Iqbal Al Fardi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-04 06:41:30

Gelar Pameran Sastra dan Diskusi, IMASIND FIB Beri Bibit Cabai Hijau

SASTRA: Pameran sastra dan diskusi bertajuk “Anomali Semesta”, Rabu-Jumat (31-2/8-9/2022) di gedung Ormawa baru FIB Universitas Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia (IMASIND) FIB Unej menggelar pameran sastra dan diskusi bertajuk “Anomali Semesta”, Rabu (31/8/2022) - Jumat (2/9/2022). Bertempat di gedung Ormawa baru FIB Unej, dalam pameran itu panitia memberi bingkisan sebuah bibit cabai hijau kepada para peserta.

Agenda pameran sastra dan diskusi yang diadakan IMASIND merupakan rangkaian acara dari Festival  IMASIND bertajuk “Semarak Pesta Sastra IMASIND Tahun 2022”. Pameran sastra menampilkan karya sastra mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unej dan sastrawan nasional.

Baca Juga : UKM IAAS Unej Latih Pembuatan Pewarna Batik Alami dari Batang Tembakau

Karya Vian adalah salah satu yang ditampilkan dari mahasiswa FIB Unej sendiri. Adapun karya dari sastrawan nasional yang dipilih ialah tulisan Halim Bahriz dan Ali Ibnu Anwar.

Baca Juga : Selidiki Kematian Mahasiswi Unej, Polres Jember Uji Lab dan Periksa 8 Saksi

Karya sastra yang dipamerkan berbentuk puisi. Karya tersebut juga direspon oleh seni instalasi karya mahasiswa FIB Unej. Puisi dibingkai dengan bermacam media seperti baner, kertas dan kanvas.

Diskusi pameran karya disi oleh Vian, Abu Bakar Ramadhan dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurul Hidayah pukul 20.00 di hari terakhir pameran sastra. Peserta tak hanya berasal dari mahasiswa FIB Unej, tapi juga masyarakat umum.

Ketua Panitia Adinda Salsabila menjelaskan, puisi yang akan dipamerkan harus melalui proses kurasi. Kurator yang dipilih ialah Dosen FIB Unej Abu Bakar Ramadhan yang juga menjadi pembicara di acara diskusi tersebut. “Puisi dikurasi oleh Pak Abu,” jelas Adinda pada tadatodays.com yang saat ini duduk di semester lima.

Kemudian, Adinda menerangkan bahwa gelaran tersebut sebagai respon kondisi alam yang semakin rusak. “Dengan tajuk ‘Anomali Semesta’, kami berusaha merespon keadaan alam yang semakin mengenaskan,” terangnya.

Atas dasar keresahan itu, kata Adinda, panitia memberi bingkisan pada peserta diskusi berbentuk bibit cabai hijau sebagai bentuk nyata peduli lingkungan. “Banyak acara yang memberi bingkisan yang berpotensi menjadi sampah. Kami memberikan bibit cabai hijau agar dapat manfaatkan juga ramah lingkungan,” jelasnya usai acara pukul 22.00. (iaf/why)