Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-16 10:38:42

Gempa Kembali Guncang Jember, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Bali

GEMPA: Penghuni kos berlantai tiga di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jember, bergegas turun dari lantai atas untuk keluar meninggalkan bangunan kos tersebut. Ini, setelah gempa kembali mengguncang Jember pada Senin pagi, 16 Desember 2021.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Gempa kembali terjadi di Kabupaten Jember, Kamis (16/12/2021) tepat pukul 06.01 WIB. Kekuatan gempa kali ini magnitudo 5,1 dengan kedalaman 10 km. Tak hanya di Jember, gempa juga terjadi Bali, Banyuwangi, Bondowoso dan Jember.

Berdasarkan informasi yang dirilis BMKG, gempa terjadi di 42 Km barat daya Jember. BMKG juga merilis bahwa gempa juga terjadi pada skala III MMI di Denpasar, Kuta, dan Legian. Di Banyuwangi terasa pada skala II-III MMI.

Baca Juga : Puluhan Rumah Warga Jember di 5 Kecamatan Rusak Akibat Gempa

Sementara di Jimbaran, Puger, dan Karangkates guncangannya di skala II MMI. Serta skala I-II di Lumajang dan Bondowoso.

Baca Juga : Jember Diguncang Gempa Magnitudo 5,3, Pegawai Berhamburan Keluar Kantor

Meski gempa tidak berpotensi tsunami dengan magnitude lebih kecil dari gempa sebelumnya, Senin (13/12) lalu), namun durasinya lebih lama yakni sekitar 7 detik lebih lama. Sementara gempa sebelumnya hanya 3 detik.

Gempa tersebut membuat warga di Jember ketakutan dan keluar meninggalkan Gedung. Seperti yang dirasakan oleh para penghuni rumah kos di jalan Tidar Plindu, Kloncing, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Seluruh penghuni kos berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Arip Ripaldi, salah satu penghuni kamar kos mengatakan, dirinya khawatir untuk kembali ke kamar kos dan memilih menunggu informasi lanjutan dari BMKG atau BPBD setempat. Hal itu, karena bangunan kos tempat Arip tinggal merupakan bangunan bertingkat. "Gempa-gempa, turun-turun," teriak Arip Ripaldi, saat turun dari lantai tiga.

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan penghuni kos lainnya bernama Alif. Ia juga terlihat lari tergesa-egesa berupaya menyelamatkan diri menghindari gedung berlantai tiga tersebut. "Kalau gempa lagi, bahaya juga kamar saya ada dilantai atas," kata Alif.

Sementara itu, petugas Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) BPBD Jember masih mengumpulkan data dampak gempa. BPBD juga membagikan call center 081259701797, dan meminta masyarakat untuk segera melapor jika terdapat kerugian materil maupun korban gempa. (as/don)