Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-30 10:59:33

Gurihnya Kripik Pelepah Pisang Buatan Seniwati

CAMILAN: Kripik buatan Seniwati berbeda dengan kripik pada umumnya. Kripik buatannya berbahan pelepah pisang. Rasanya pun gurih, dan diminati banyak pembeli.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pelepah pisang yang biasanya dibuang dan menjadi sampah, ternyata jika diolah bisa menghasilkan rupiah. Seperti yang dilakukan Seniwati, warga Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Di tangan Seniwati, batang pisang diolah menjadi camilan gurih dan laris diburu pembeli.

Kreasi itu bermula saat Seniwati melihat banyaknya pohon pisang di sekitar rumahnya. Perempuan 47 tahun tersebut, lantas berinisiatif untuk mengolah pelepah pisang itu menjadi kripik.

Baca Juga : Warung Mbak Sup, Sajikan Rujak Uleg Lezat nan Menggugah Selera

Dalam prosesnya, batang pohon pisang itu dipotong dan dicuci sampai bersih. Kemudian direndam di dalam air kapur dan garam. “Agar racun dan getah pada pelepah pisang hilang,” ujarnya.

Baca Juga : Serabi Sosso' dari Paiton, Berbahan Alami dan Beraneka Warna

Agar tidak terlalu tebal, pelepah pisang itu selanjutnya diiris tipis-tipis. Nah, sambil mengiris pelepah pisang, Seniwati juga memanaskan minyak goreng di dalam wajan. “Saat minyak sudah panas, langsung digoreng,” katanya.

Seniwati tidak perlu memberi campuran apapun saat menggoreng. Nah, saat irisan pelepah pisang sudah matang langsung diangkat dan dipindah ke sebuah wadah. Di wadah itulah, ibu dua anak ini langsung melumuri gorengan pelepah pisang itu dengan aneka bumbu rasa. “Ada rasa balado. Tapi dilumuri garam juga,” katanya.

Tidak disangka, hasil olahan Seniwati itu mendapatkan respons positif dari keluarga dan rekan-rekannya. “Katanya gurih,” tutur Seniwati.

Karena respons itulah, membuat Seniwati memberanikan diri untuk menjualnya secara online. Ia juga menjual produknya itu secara offline, yang terletak di Jalan Teratai IV/32 RT 3 RW 17, Kaliwates, Jember.

Dalam sebulan, Seniwati mampu meraup laba jutaan rupiah. "Kita harus berani ambil peluang, terlebih di saat pandemi. Ambil keputusan yang matang untuk membuka usaha," katanya.

Untuk membeli keripik pelepah pohon pisang ini, Seniwati menjualnya dengan harga 8 ribu rupiah per pack dengan berat 50 gram. (bp/don)