Hadapi Lonjakan Konsumsi Ramadan, Pemkab Jember Minta Tambahan Elpiji 3 Kg

Dwi Sugesti Megamuslimah
Friday, 23 Jan 2026 17:14 WIB

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Jember Sartini
JEMBER, TADATODAYS.COM - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah antisipatif dengan mengajukan penambahan kuota elpiji 3 kilogram kepada Pertamina Patra Niaga. Tambahan kuota yang diusulkan mencapai 50 persen dari alokasi normal.
Pengajuan tersebut disampaikan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Jember sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan elpiji, terutama di sentra industri kue kacang yang tersebar di wilayah Mayang dan Pakusari.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Jember, Sartini, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dan menyampaikan surat resmi kepada Pertamina Patra Niaga. Usulan penambahan kuota ini mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketika permintaan elpiji melonjak signifikan saat Ramadan. “Kami mengusulkan penambahan kuota sekitar 50 persen dari kuota yang berjalan saat ini, berkaca pada kondisi tahun lalu,” ujar Sartini, Jumat(23/01/2026) sore.
Ia menjelaskan, lonjakan kebutuhan elpiji tak lepas dari meningkatnya aktivitas produksi pelaku usaha kue kacang menjelang Ramadan dan Lebaran. Namun, kondisi ini juga menimbulkan dilema karena sebagian pelaku usaha tersebut dinilai sudah tidak masuk kategori usaha mikro.
“Produksi mereka ada yang mencapai berton-ton per hari. Kalau melihat kapasitas dan skala usahanya, seharusnya sudah menggunakan elpiji non-subsidi,” jelasnya.

Meski demikian, Sartini mengakui industri kue kacang memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Hal inilah yang membuat pemerintah daerah harus mengambil kebijakan secara hati-hati.
Untuk mencegah potensi kelangkaan elpiji 3 kilogram, pihaknya berencana melakukan pendekatan persuasif melalui kunjungan dan sosialisasi kepada pelaku usaha sebelum Ramadan tiba. “Kami akan turun langsung ke lapangan, memberikan pemahaman agar pelaku usaha yang sudah tidak memenuhi kriteria bisa beralih ke elpiji non-subsidi,” tegas Sartini.
Ia berharap, langkah penambahan kuota yang diiringi dengan sosialisasi tersebut dapat menjaga ketersediaan elpiji bersubsidi bagi masyarakat yang berhak, sekaligus memastikan kebutuhan energi selama Ramadan dan Lebaran di Jember tetap terpenuhi.
Wilayah Mayang dan Pakusari selama ini dikenal sebagai sentra produksi kue kacang di Jember. Setiap menjelang Ramadan, aktivitas produksi di kawasan tersebut meningkat seiring tingginya permintaan pasar. (dsm/why)


Share to
 (lp).jpg)