Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-21 21:18:22

Harga Migor Mahal, Penjual Gorengan di Jember Tidak Naikkan Harga

SIMALAKAMA: Sutri, adalah salah satu penjual gorengan di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Meski harga minyak goreng kemasan meroket, namun ia tidak menaikkan harga jual gorengan demi pelanggannya.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Tingginya harga minyak goreng (migor) kemasan berdampak pada berkurangnya pendapatan pelaku usaha kecil. Seperti penjual gorengan di Kabupaten Jember. Sementara untuk menyiasatinya dengan menggunakan migor curah yang harganya lebih murah, pedagang justru kesulitan mendapatkannya.

Seperti yang dikatakan oleh Hali, penjual gorengan di Jalan Letjen S Parman, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Hali mengatakan, harga migor kemasan di atas Rp 20 ribu per liter tergolong mahal. Apalagi, pendapatan dari berjualan gorengan seperti dirinya tidaklah besar. “Keuntungan saya juga berapa, mas. Saya jual gorengan cuma Rp 500," kata Hali, Senin (21/3/2022).

Baca Juga : Migor Curah di Atas HET, Disperindag Operasi Pasar

Dengan tingginya harga migor kemasan, Hali sebenarnya ingin menyiasatinya dengan beralih ke migor curah seharga Rp 14 ribu per liter. Akan tetapi, ia justru kesulitan mendapatkan migor bersubsidi itu.

Baca Juga : Bulog Banyuwangi Pastikan Stok Beras, Migor dan Gula Aman Hingga Lebaran

Tak jauh berbeda dengan yang dikatakan Sutri, penjual gorengan di Jalan Karimata, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Ia juga mengeluhkan harga migor yang cukup tinggi. Di saat kondisi seperti itu, kata Sutri, usahanya tetap harus berjalan dan tetap menjaga kualitas agar pelanggannya tetap puas.

Meski harga migor cukup tinggi, dirinya memutuskan tetap memproduksi gorengan dengan jumlah yang sama seperti hari hari biasanya. "Cuma ya sangat berdampak pada keuntungan, apalagi saya tidak mengurangi kualitas dan bahan bahan untuk membuat gorengan," katanya. (bp/don)