Hasil Gotong Royong Warga, Jembatan Gantung Darus Jubung Kembali Bisa Dilintasi

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 08 Jan 2026 17:51 WIB

Hasil Gotong Royong Warga, Jembatan Gantung Darus Jubung Kembali Bisa Dilintasi

SWADAYA: Kondisi Jembatan Gantung Darus di Desa Jubung usai direnovasi melalui swadaya masyarakat.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Semangat gotong royong warga Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, patut diapresiasi. Dalam waktu sekitar sepekan, Jembatan Gantung Darus yang sebelumnya rusak diterjang banjir, kini kembali berdiri dan bisa dimanfaatkan masyarakat.

Perbaikan jembatan tersebut dilakukan secara swadaya oleh warga setempat. Penggalangan dana dan pengerjaan dilakukan bersama-sama tanpa menunggu bantuan dari pemerintah.

Salah satu warga Desa Jubung, Uswatun (39), membenarkan bahwa seluruh proses perbaikan jembatan dilakukan atas inisiatif masyarakat. Menurutnya, warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan yang dimulai akhir Desember 2025.

“Iya, murni swadaya warga. Kurang lebih satu minggu pengerjaannya. Selasa malam kemarin sudah tasyakuran,” ujarnya saat ditemui, Kamis (8/1/2026).

Sebelumnya, jembatan tersebut dilaporkan putus pada pertengahan Desember 2025 setelah debit Sungai Bedadung meningkat drastis akibat hujan deras. Akibatnya, aktivitas warga sempat terganggu karena harus mengambil jalur alternatif yang lebih jauh.

Yunairi (56), warga setempat, mengaku lega setelah jembatan kembali dapat digunakan. Ia menyebut keberadaan jembatan sangat vital, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang beraktivitas sehari-hari. “Sekarang tidak perlu muter jauh lagi. Anak-anak sekolah juga tidak harus lewat jalur Kecamatan Mangli,” katanya.

Ia menambahkan, selama proses perbaikan, warga membagi peran secara sukarela. Ada yang membawa peralatan las, ada yang membantu pengecatan, hingga menggalang dana sederhana dari pengguna jembatan. “Disiapkan kotak uang. Siapa pun yang lewat biasanya menyisihkan uang seikhlasnya,” jelasnya.

Menurut Yunairi, langkah swadaya dipilih karena jika menunggu bantuan pemerintah, waktu perbaikannya belum tentu jelas.

Sementara, hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Jubung Bhisma Perdana belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp. Hal serupa juga terjadi pada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember Arif Liyantono, yang belum merespons permintaan konfirmasi. (dsm/why)


Share to