Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-17 19:38:09

HET Dicabut, Harga Minyak Goreng Langsung Naik di Jember

MIGOR: Stok minyak goreng di salah satu waralaba di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, kosong. Toko tersebut hanya menyediakan minyak kelapa dengan harga yang jauh lebih tinggi.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Harga minyak goreng (migor) di Kabupaten Jember langsung melejit, usai Pemerintah Pusat melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri RI mengeluarkan Surat Edaran No 9/2022 tentang Relaksasi Penerapan Harga Minyak Goreng Sawit, Minyak Goreng Kemasan Sederhana dan Kemasan Premium.

Dari pantauan tadayodays.com di beberapa toko waralaba di Kecamatan Sumbersari, Kamis (17/3/2022), harga migor per liter mencapai Rp 25 ribu. Sedangkan untuk kemasan 2 liter seharga Rp 48 ribu.

Baca Juga : Migor Curah di Atas HET, Disperindag Operasi Pasar

Salah satu warga pemilik warung kelontong di Jalan Semeru, Kecamatan Sumbersari mengaku tidak memiliki stok minyak goreng karena telah dibeli oleh warga sejak Selasa (15/3/2022). "Sudah habis. Ini belum dapat stok lagi," kata perempuan yang enggan disebutkan namanya itu.

Baca Juga : Bulog Banyuwangi Pastikan Stok Beras, Migor dan Gula Aman Hingga Lebaran

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember Bambang Saputro saat dikonfirmasi membenarkan kenaikan harga migor di Kabupaten Jember. "Setelah diterbitkan surat (SE) itu, pantauan saya harga minyak goreng di toko-toko lebih dari Rp 20 ribuan (per liter)," katanya.

Bambang mengatakan, SE itu mulai berlaku sejak Rabu, 16 Maret 2022. Menurutnya, kebijakan tersebut dikeluarkan untuk menstabilkan pasokan minyak goreng karena beberapa waktu terakhir mengalami kelangkaan.

Lebih lanjut, pihaknya menyebut, meski pemerintah menghentikan mekanisme HET migor Rp 14 ribu per liter, namun pemerintah tetap bertanggung jawab dengan menyediakan migor murah jenis curah dengan HET Rp 14 ribu per liter. (as/don)