Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-09 10:45:21

Ingatkan Bahwa Covid Bahaya, Satlantas Jember Kerahkan “Pocong”

PERINGATAN: Dengan mengerahkan dua orang berpakaian layaknya hantu pocong, Satlantas Polres Jember berharap agar masyarakat memahami bahaya covid-19 yang bisa berujung kematian.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Berbagai macam cara dilakukan untuk mensosialisasikan pemberlakukan PPKM darurat. Salah satunya sosialisasi menggunakan pocong-pocongan. Cara sosialiasi unik itu, dilakukan di area penyekatan jalan utama menuju Jember kota.

Pantauan tadatodays.com pada Kamis (8/7/2021) malam, di area penyekatan perempatan Argopuro ruas Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, terdapat dua orang yang berpakaian layaknya hantu pocong.

Baca Juga : Ratusan Remaja di Kecamatan Dringu Antusias Menjalani Vaksinasi

Sementara, petugas gabungan lainnya yang terdiri dari Satlantas Polres Jember, Dishub Jember, dan tenaga kesehatan RSU Kaliwates tengah mensosialisasikan pentingnya mematuhi PPKM Darurat kepada masyarakat.

Baca Juga : Ratusan Remaja di Kecamatan Dringu Antusias Jalani Vaksinasi

Kedua pocong itu, sesekali mendakati pengendara yang kedapatan tidak memakai masker saat berhenti di lampu merah. Pocong jadi-jadian itu sembari mengatakan "Mana maskermu, mana maskermu”.

Sontak, para pengendarapun bergegas memakai maskernya. Sementara jika ada pengendara yang tidak memiliki masker, petugas lainnya langsung memberinya secara gratis.

Saat dikonfirmasi, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Ipda Heru Siswanto, menuturkan bahwa sosialisasi dengan menggunakan pakaian pocong ini sengaja dilakukan sebagai simbol peringatan akan bahaya covid-19. “Mengakibatkan kematian,” kata Heru.

Heru melanjutkan, selama pemberlakukan PPKM Darurat hingga 20 Juli mendatang mulai pukul 20.00 WIB, seluruh penerangan jalan umum (PJU) di area Jember kota dimatikan.

Langkah itu diambil agar masyarakat enggan keluar malam dan berkerumun. Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak keluar rumah selama PPKM. Jika terpaksa harus keluar rumah, pihaknya mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat berkendara dalam keadaan gelap itu. "Ini semua untuk kebaikan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, dokter Erika Winata, salah seorang tenaga kesehatan dari RSU Kaliwates mengatakan, penyebaran covid-19 periode kedua lebih besar dari sebelumnya. Hal itu terjadi lantaran virus covid-19 varian baru, yakni delta, penyebarannya lebih cepat. "Kami tetap mengimbau masyarakat untuk prokes secara ketat," kata Erika. (as/don)