Integrasi Tiket Papuma–Watu Ulo Jember, Wisatawan Tembus 20.294 dalam Tiga Hari

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Monday, 05 Jan 2026 15:52 WIB

Integrasi Tiket Papuma–Watu Ulo Jember, Wisatawan Tembus 20.294 dalam Tiga Hari

PINTU MASUK: Kondisi pintu masuk Pantai Watu Ulo dan Papuma usai diintegrasi menjadi satu pintu.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Kebijakan integrasi satu pintu masuk destinasi wisata Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo mulai menunjukkan dampak signifikan. Dalam tiga hari pertama penerapan tiket terintegrasi, jumlah kunjungan wisatawan ke dua destinasi unggulan di Kabupaten Jember itu tembus 20.294, dan tercatat sebagai salah satu yang tertinggi dalam sejarah.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan, kebijakan yang resmi diberlakukan mulai 2 Januari 2026 tersebut merupakan hasil ikhtiar panjang Pemerintah Kabupaten Jember bersama Perhutani yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

“Alhamdulillah, akhirnya pada 2 Januari 2026 Pemkab Jember berhasil meyakinkan pemerintah pusat, dalam hal ini Perhutani. Setelah hampir 25–26 tahun ikhtiar ini belum berhasil, akhirnya Pantai Watu Ulo dan Papuma bisa diintegrasikan dengan satu pintu masuk,” kata Fawait saat program Pro Gus'e Spesial di Kecamatan Jenggawah, Senin (5/1/2026) siang.

Melalui kebijakan ini, wisatawan cukup membayar satu tiket masuk sebesar Rp12.500 untuk menikmati dua pantai sekaligus. Menurutnya, penyatuan tersebut tidak semata bertujuan menurunkan harga tiket, tetapi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan kami dengan adanya penyatuan dan integrasi antara Watu Ulo dan Papuma dengan tarif yang terjangkau, semakin banyak kunjungan wisatawan sehingga menimbulkan multiplier effect terhadap perekonomian, terutama untuk pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir,” ujarnya.

Dampak kebijakan tersebut, lanjut Fawait, langsung terlihat. Dalam kurun waktu 2 hingga 4 Januari 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Papuma dan Watu Ulo mencapai sekitar 20.294 orang. Angka ini, kata dia, menjadi salah satu capaian kunjungan tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan dua destinasi tersebut.

Keberhasilan pelaksanaan kebijakan ini juga ditopang oleh keterlibatan lintas sektor. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) hingga masyarakat sekitar turut ambil bagian dalam memastikan kelancaran integrasi.

“Mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, kecamatan, desa, hingga masyarakat sekitar ikut menyukseskan integrasi Papuma dan Watu Ulo,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Jember mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan, khususnya terkait aspek teknis di lapangan. Berbagai masukan dari masyarakat telah diterima dan akan menjadi bahan evaluasi.

“Tentu hal ini wajar karena kebijakan yang baru diambil pasti masih ada kekurangan di sana-sini. Insyaallah, Pemkab Jember bersama Perhutani berkomitmen untuk terus memperbaiki agar Papuma dan Watu Ulo menjadi lebih baik ke depannya,” tegas Fawait.

Ke depan, setelah pembenahan dua destinasi tersebut, Pemkab Jember berencana mendorong pengembangan destinasi wisata lainnya. "Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember," ujarnya. (dsm/why)


Share to