Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-17 23:51:14

Jadi Desa Digital, Sidomulyo Gunakan QRIS Sebagai Salah Satu Alat Pembayaran

INOVATIF: Kades Sidomulyo Kamiludin saat menyosialisasikan penggunaan QRIS bersama Bank Indonesia Perwakilan Jember di hadapan 150 UMKM. Penggunaan QRIS selain sejalan dengan digitalisasi yang dikembangkan pemerintah desa, juga memudahkan masyarakat terkait pembayaran nontunai.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Program digitalisasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember terus berlanjut. Selain memiliki Sistem Aplikasi Terpadu Desa Sidomulyo (Sipadu), inovasi dilanjutkan dengan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu alat pembayaran.

Demi tercapainya sistem keuangan berbasis digital, pemerintah Desa Sidomulyo menggandeng Bank Indonesia Perwakilan Jember dalam sosialisasi terkait penggunaan QRIS. Program tersebut merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia.

Baca Juga : Studi Tiru Program Desa Digital, Pemdesa Bunutin Bali Kunjungi Desa Sidomulyo

 “Kami mengajak masyarakat untuk mendapatkan keuntungan tertinggi dengan adanya kemajuan teknologi. Karena akan lebih murah, lebih cepat, dan lebih aman,” kata Kepala Perwakilan BI Jember Yukon Afrinaldo saat sosialisasi yang dilakukan di kantor desa setempat, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga : Bupati Hendy Resmi Berangkatkan Mudik Gratis dari Jember ke Madura

Kepala Desa Sidomulyo Kamiludin mengatakan, perlu adanya perubahan yang signifikan terkait transaksi pembayaran berbasis nontunai. Terlebih pada era digital seperti saat ini. “Digitalisasi keuangan ini sangat mempermudah penjualan melalui pasar satu pintu,” terangnya.

Urgensi digitalisasi juga semakin meningkat di tengah pandemi karena melemahnya daya beli. Dengan adanya sistem keuangan berbasis digital ini, diaharapkan UMKM dapat berkembang lebih pesat lagi.

“Dengan sistem digital seperti ini, orang yang berada jauh dari desa juga dapat membeli produk dengan satu klik,” katanya. Dalam sosialisasi tersebut, sedikitnya 150 UMKM dengan berbagai macam produk, seperti industri kopi, batik, peternakan raja domba, fosil kayu hingga toko klontong hadir. (*/bp/sp)