Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-11 20:43:39

Jadi Langganan Banjir, Warga Ingin Pindah dari Dringu

BOSAN: Oktaviani, warga Dusun Gangloan, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, saat berada di pos pengungsian di SDN Kedungdalem 1. Ia mengaku ingin pindah dari Dringu karena jadi langganan banjir saban musim hujan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Banjir yang menerjang Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo dalam dua pekan terakhir, bukanlah yang pertama. Desa Dringu dan Desa Kedungdalem di Kecamatan Dringu, selalu kebanjiran saban musim hujan. Atas kondisi itu, sebagian warga mengaku ingin pindah dari desanya.

Seperti yang disampaikan oleh Oktaviani, warga Dusun Gangloan, Desa Kedungdalem. Saat ditemui di posko pengungsian di SDN Kedungdalem 1, Oktavian mengutarakan keinginannya untuk pindah ke desa lain. Ia mengaku sudah bosan dan selalu resah ketika musim penghujan tiba, desanya selalu kebanjiran."Cuma tahun ini yang paling parah," katanya pada tadatodays.com, Kamis (11/3/2021).

Baca Juga : Pemprov Jatim Fokus Bangun Bronjong di Jembatan Kedungdalem

Banjir yang sudah terjadi sejak 28 Februari 2021 lalu itu, ia harus berhenti berjualan kue keliling untuk sementara waktu. Padahal, pekerjaannya itu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya bersama hidup empat orang anaknya. Terlebih, ia saat ini hanya sendirian tanpa suami. "Alhamdulilah, masih ada simpanan (uang)," ujarnya.

Baca Juga : Komunitas Bikers Fasilitasi Servis Gratis bagi Warga Terdampak Banjir Dringu

Berbeda dengan Oktavian yang mengungsi dan ingin pindah, Suharno, warga Dusun Krajan, Desa Dringu jutru enggan untuk mengungsi. Bahkan ia mengaku tetap mencintai tanah kelahirannya, sehingga ia tak ingin berpindah tempat lagi.

Menurutnya, air banjir yang datang masih bisa diatasi apalagi jika nanti sudah ada perbaikan dari pemerintah. "Paling ngungsi kalau air sudah besar," kata pria usia 62 tahun itu.

Meski begitu, akhir-akhir ini ia tetap mengalami kekhawatiran akan terjadi banjir susulan yang lebih besar. Untuk itu ia berharap agar pemerintah dapat segera memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol.

Diketahui, Desa Dringu dan Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, diterjang banjir sebanyak empat kali. Banjir pertama terjadi pada 28 Februari lalu. (zr/don)