Jelang Peluncuran Homecare, Pemkab Jember Bidik 100 Ribu KK Jadi Penerima Layanan

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 23 Jul 2026 10:43 WIB

Jelang Peluncuran Homecare, Pemkab Jember Bidik 100 Ribu KK Jadi Penerima Layanan

KESEHATAN: Tim Kesehatan Kabupaten Jember saat melakukan homecare.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dua hari menjelang peluncuran program Homecare, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memastikan persiapan layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah itu hampir rampung. Program yang akan diluncurkan pada 24 Juli mendatang tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 100 ribu kepala keluarga (KK) tidak mampu pada tahap awal.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, Homecare merupakan salah satu program prioritas yang dirancang untuk menghadirkan layanan dokter keluarga bagi masyarakat kurang mampu. Sebelum diluncurkan secara resmi, program tersebut telah diuji coba di sejumlah wilayah selama beberapa pekan terakhir.

"Insyaallah tanggal 24 akan kita launching. Sebelumnya sudah mulai diuji coba di beberapa tempat. Nanti akan diawali dengan apel kendaraan dan apel personel," ujarnya usai meninjau persiapan program, Rabu (22/7/2026) malam.

Sekitar 1.200 tenaga kesehatan disiapkan untuk menjalankan layanan Homecare. Mereka akan bertugas melalui 50 puskesmas di Kabupaten Jember.

Menurut Fawait, kelompok penerima layanan tahap awal diprioritaskan bagi lansia yang hidup sendiri, ibu hamil berisiko tinggi dari keluarga kurang mampu, anak stunting, penyandang disabilitas, serta warga miskin yang mengidap penyakit kronis.

Petugas Homecare akan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar di rumah pasien. Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan dikonsultasikan dengan dokter umum maupun dokter spesialis melalui telemedicine.

Lebih lanjut, apabila membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan, tim Homecare juga akan mendampingi hingga proses rujukan ke puskesmas atau rumah sakit.

Fawait mengungkapkan, pemerintah daerah memperkirakan sekitar 50 ribu hingga 100 ribu kepala keluarga akan menjadi penerima manfaat pada tahap awal. Jumlah tersebut masih dapat berubah mengikuti hasil evaluasi setelah program berjalan.

Meski persiapan terus dikebut, ia mengakui pelaksanaan Homecare tetap akan disempurnakan seiring implementasi di lapangan. "Kalau menunggu siap 100 persen mungkin akan sulit. Yang penting program ini bisa segera berjalan, lalu kita evaluasi dan perbaiki bersama berdasarkan masukan masyarakat dan media," katanya. (dsm/why)


Share to