Jember Salurkan KUR Rp 1 Triliun, 69 Persen Mengalir ke Sektor Produktif

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Tuesday, 21 Jul 2026 15:45 WIB

Jember Salurkan KUR Rp 1 Triliun, 69 Persen Mengalir ke Sektor Produktif

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Damanik, bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait saat menghadiri Festival Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Usaha Mikro di Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Kabupaten Jember mencatatkan capaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang melampaui Rp 1 triliun hingga semester pertama 2026. Menariknya, hampir tujuh dari sepuluh pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produktif, melampaui rata-rata nasional.

Data itu diungkap Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Riza Damanik, saat menghadiri Festival Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Usaha Mikro di Jember, Selasa (21/7/2026) siang. Menurutnya, lebih dari 20 ribu pelaku UMKM di Jember telah menerima pembiayaan KUR.

Sebanyak 69 persen di antaranya mengalir ke sektor produksi, seperti pertanian, perikanan, peternakan, hingga sektor produktif lainnya. "Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang saat ini berada di kisaran 65 persen. Artinya, penyaluran KUR di Jember sudah lebih banyak diarahkan untuk mendukung kegiatan produksi," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembiayaan yang mengarah ke sektor produktif memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibanding pembiayaan sektor konsumtif. Selain mendorong terciptanya lapangan pekerjaan baru, pembiayaan tersebut juga menghasilkan nilai tambah bagi pelaku usaha karena mampu meningkatkan kapasitas produksi.

Di sisi lain, kebijakan itu dinilai selaras dengan potensi unggulan Jember yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian. "Kalau pembiayaan masuk ke sektor produksi, manfaatnya jauh lebih besar. Lapangan kerja bertambah, nilai tambah ekonomi meningkat, sekaligus mendukung sektor unggulan daerah dan program swasembada pangan nasional," katanya.

Riza mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Secara nasional, penyaluran KUR hingga Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp160 triliun dari target Rp 290 triliun yang ditetapkan pemerintah tahun ini.

Sementara di Jawa Timur, penyaluran KUR telah mencapai sekitar Rp 27 triliun kepada lebih dari 470 ribu pelaku UMKM. Provinsi ini menjadi salah satu daerah dengan realisasi penyaluran terbesar di Indonesia. "Pencapaian Jember tentu ikut memberikan kontribusi terhadap tingginya penyaluran KUR di Jawa Timur," ujarnya.

Riza menambahkan, pemerintah saat ini tidak hanya mendorong perluasan akses pembiayaan, tetapi juga memastikan pembiayaan tersebut benar-benar menghasilkan pertumbuhan usaha.

Karena itu, Kementerian UMKM mulai menerapkan pendekatan ekosistem, yakni menghubungkan akses modal dengan perluasan pasar sehingga pelaku usaha tidak hanya memperoleh pinjaman, tetapi juga memiliki peluang meningkatkan penjualan.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan pemerintah daerah akan mempertahankan tren positif tersebut melalui berbagai program penguatan UMKM. Menurutnya, Pemkab Jember akan memperluas pendampingan usaha, mulai dari penyediaan peralatan, pelatihan, hingga menghubungkan pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan.

"Kami ingin UMKM yang sudah berjalan bisa naik kelas sekaligus melahirkan pelaku usaha baru dari masyarakat usia produktif. Akses modal, pelatihan, dan pendampingannya akan terus kami kawal," kata Fawait.

Ia berharap penguatan sektor UMKM mampu menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mempercepat pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Jember. (dsm/why)


Share to