Jember Target 1.000 Calon PMI Terlatih, 600 Kuota Diajukan ke Pusat

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Wednesday, 04 Feb 2026 13:25 WIB

Jember Target 1.000 Calon PMI Terlatih, 600 Kuota Diajukan ke Pusat

Kepala Disnaker Jember Hadi Mulyono

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember menargetkan 1.000 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti pelatihan kerja pada 2026. Dari jumlah itu, 400 peserta disiapkan melalui anggaran daerah, sementara 600 lainnya akan diajukan ke pemerintah pusat.

Kepala Disnaker Jember Hadi Mulyono mengatakan, program pelatihan PMI menjadi salah satu strategi membuka peluang kerja bagi warga Jember, khususnya untuk pasar luar negeri.

Ia menjelaskan, pada 2025 lalu, pelatihan PMI difokuskan untuk penempatan kerja ke Jepang dan Korea Selatan, masing-masing 10 orang. Program tersebut akan diperluas pada 2026 sesuai arahan pemerintah daerah untuk memperluas akses kerja layak bagi masyarakat.

“Dari APBD direncanakan sekitar 400 peserta pelatihan. Sementara target totalnya 1.000 peserta, dan sisanya akan kami ajukan ke kementerian melalui skema pusat,” kata Hadi Rabu (4/2/2026) siang.

Menurutnya, peningkatan kuota pelatihan PMI dinilai realistis karena potensi tenaga kerja di Jember cukup besar. Dari total penduduk sekitar 2,6 juta jiwa, terdapat lebih dari 2 juta usia produktif, dengan angkatan kerja mencapai lebih dari 1,5 juta orang.

Kondisi tersebut membuat peluang penempatan kerja, termasuk melalui jalur PMI, menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.

Disnaker masih memprioritaskan pelatihan bahasa dan keterampilan kerja untuk negara tujuan utama, yakni Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, pelatihan bahasa Inggris juga disiapkan untuk membuka peluang negara tujuan lain.

Dari sisi kebutuhan tenaga kerja luar negeri, Hadi menyebut permintaan paling banyak masih didominasi sektor kesehatan dan perawatan. “Permintaan terakhir cukup banyak untuk perawat, caregiver, kemudian juga tenaga keterampilan seperti pengelasan, terutama dari Jepang,” ujarnya.

Untuk mendukung percepatan layanan PMI, Disnaker Jember juga memperkuat koordinasi dengan BP3MI. "Saat ini, sudah ada dua personel BP3MI telah ditempatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jember sejak September 2025 untuk mempercepat layanan administrasi dan pendampingan PMI," urai Hadi.

Selain pelatihan dari APBD, program peningkatan kompetensi PMI juga didukung pelatihan dari BP3MI, sehingga calon pekerja memiliki lebih banyak akses peningkatan keterampilan sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

"Disnaker menargetkan program pelatihan PMI terus meningkat setiap tahun, seiring besarnya potensi tenaga kerja di Kabupaten Jember. Sebagai salah satu upaya mengentasan kemiskinan yang ada di Jember," ujarnya. (dsm/why)


Share to