Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-22 22:02:49

Jing’s Family Jawara Kategori Umum, Berharap Promosi Kesehatan Melalui Musik

PERFORM: Penampilan para juara kategori umum Kontes Jingle Cegah Covid-19, mampu memikat dewan juri. Keempat juara pun berhak mendapatkan hadiah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, selaku penyelenggara.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Usai sudah Kontes Jingle Cegah Covid-19 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, kerja sama dengan tadatodays.com. Dalam grand final yang digelar pada Sabtu, (20/11/2021) di lantai dua gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo itu, dewan juri telah menentukan para juara di dua katergori yakni kategori pelajar dan umum.

Nah, untuk jawara kategori umum adalah Jing's Family.

Baca Juga : Waspadai Penyakit Demam Berdarah

Rama Adi Diharta, salah satu personel Jing's Family mengatakan, ia dan teman-temannya tidak menyangka bakal menjadi juara satu dalam lomba kali ini. Karena menurutnya, perform kontestan lain tak kalah bagus. "Kita masuk nominasi, sudah pencapaian yang luar biasa," katanya sambil tertawa.

Baca Juga : Santriwati Ponpes Nurul Jadid Paiton Juara Satu Lomba Bahasa Jepang

Ia menceritakan, band Jing’s Family baru terbentuk setelah mendapatkan informasi bahwa ada lomba jinggle cegah Covid-19. Dari informasi itu, ia bersama teman-temannya yang lain langsung latihan selama satu hari.

Di awal pembentukannya, Jing’s Family hanya terdiri dari tiga perseonel. Karena dianggap kurang, Rama kemudian mengajak seorang temannya untuk di posisi drumer. "Langsung proses rekaman jingglenya," cerita pria yang berposisi sebagai gitaris itu.

Ia berharap lagu jinggle karya Jing’s Family bisa diterima masyarakat, sekaligus memberikan sosialisasi di masa pandemi agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara untuk juara dua kategori umum diraih oleh grup band RSW 118. Grup tersebut berasal dari Rumah Sakit Wonolangan (RSW) Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Personel RSW 118, Sedyo Pinerdi berharap jinggle karya RSW 118 dapat menjadi motivasi bagi masyarakat yang terbaring lemah di rumah sakit akibat covid-19. Ataupun, mereka yang saat ini masih menjalani isolasi di rumah sehat Kabupaten Probolinggo.

REWARD: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono (paling kanan), memberikan langsung hadiah kepada para juara. Hadiah itu berupa uang pembinaan, trofi dan sertifikat.

Sehingga, menurutnya, mereka semua bisa segera sehat kembali dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Selain itu, ia juga mengajak tenaga kesehatan lainnya untuk senang bermusik. Menciptakan kreasi dari musik. "Agar nanti bisa mempromosikan kesehatan melalui musik," terangnya, usai dikukuhkan sebagai juara dua.

Ia mengaku tidak menyangka bisa menjadi juara dua. Karena semua peserta saat grand final tampil sangat bagus. “Namun tetap bersyukur atas prestasi yang didapat,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung timnya. "Alhamdulilah, senang banget," tuturnya.

Ia menjelaskan kalau pada dasarnya grup band di RS Wonolangan sudah ada. Hanya saja sempat vakum ketika pandemi melanda. Kemudian setelah mendengar ada kontes jinggle, ia dan teman-temannya mulai merapatkan barisan kembali untuk mengikuti kontes tersebut. “Kita berusaha hidupkan," katanya.

Kemudian, ia dan kawan-kawan melakukan empat kali sesi Latihan. Satu sesi latihan di saat sebelum mengirimkan video jinggle, satu kali latihan teks video, dan dua kalu latihan untuk tampil sebelum grand final.

Berikutnya, juara 3 diraih oleh grup band Zig-Zag.

Salah satu personel Zig-Zag, Ernando, 25, mengatakan pihaknya berterima kasih atas diadakannya kontes jingle ini. “Kontes ini dapat mendukung pelaku kesenian, dalam mengembangkan kreasi dan kreativitas di tengah pandemi covid-19,” ujar Ernando.

Setelah dinyatakan sebagai juara 3, ia dan personel Zig-Zag merasa bangga, karena untuk mengikuti kontes tersebut, tidak ada persiapan khusus.

Nah, untuk juara harapan diberikan kepada DRM Project.

Dimas Riswandhany Martindra, 33, salah satu personel DRM Project mengatakan, kontes jingle ini sebagai wadah bagi komunitas kreatif Probolinggo untuk turut serta mengimbau masyarakat agar mematuhi prokes. “Tentu, ini bisa diterima oleh masyarakat Probolinggo,” kata Dimas.

Oleh karena itu, ia  berharap semoga even-even seperti Kontes Jingle Cegah Covid-19 dapat memajukan kreatifitas pemuda asli Probolinggo. "Namun tetap melaksanakan prokes. Sehat dan tetap semangat," ujarnya. (zr/ang/don)