Kasus Bunuh Diri Pelajar SMA Negeri di Kota Probolinggo, Polisi Tidak Temukan Bukti Bullying

Amelia Subandi
Thursday, 08 Jan 2026 19:43 WIB

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Polres Probolinggo Kota memeriksa sejumlah saksi terkait kasus bunuh diri AFA (16), seorang pelajar di salah satu SMA Negeri Kota Probolinggo, Rabu (7/1/2026) siang. Dari pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan bukti kuat terjadinya bullying atau perundungan sebagai pemicu tindakan bunuh diri AFA.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Zainal Arifin mengatakan, pasca kejadian pihaknya bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi. Termasuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.
Bahkan demi mendalami dugaan terjadinya bullying, pihak kepolisian mendatangi langsung sekolah tempat korban menimba ilmu.
"Adapun 4 saksi yang kita periksa yakni pelapor, 2 orang keluarga, serta wali kelas korban di sekolah. Sampai saat ini dugaan bullying terhadap korban tidak terbukti,” kata AKP Zainal Arifin, Kamis (8/1/2026) sore.

AKP Zainal Arifin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tersebut, dugaan bullying yang diterima korban belum terbukti. Terlepas dari hal tersebut, korban merupakan sosok yang humble, suka berteman, dan aktif berorganisasi.
Selain memeriksa saksi, dari hasil pemeriksaan jenazah di kamar mayat, pada tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan. Sehingga, dipastikan korban meninggal karena murni akibat bunuh diri. "Namun demikian, kami terus melakukan akan terus melakukan penyelidikan terkait hal ini," imbuh AKP Zainal Arifin.
Diberitakan sebelumnya, AFA (16), pelajar asal Kecamatan Kanigaran, pada Rabu (7/1/2026) siang ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya. Korban pertama kali ditemukan tergantung dengan selang air oleh kakaknya sekitar pukul 12.00 WIB. Menurut ketua RT setempat, orang tua korban sempat mendapat curhatan putranya bahwa sebelumnya ia tidak disapa oleh teman sekolahnya. (mel/why)

Share to
 (lp).jpg)



