Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-14 10:44:46

Kehamilan yang Direncanakan, Meminimalisasi Anak Lahir Stunting

DUKUNGAN: Mental atau psikologi ibu hamil juga harus terjaga. Jangan sampai ibu hamil merasa sendiri dan mengalami stres. Pihak keluarga terutama suami wajib terus memberikan pendampingan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Stunting masih menjadi problem yang perlu penanganan secara serius. Pasalnya, belum banyak masyarakat yang memiliki kesadaran, bahwa kesehatan ibu dan bayi dalam masa kandungan sangat berpengaruh pada kondisi anak saat dilahirkan.

Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesai (IDI) Cabang Kabupaten Probolinggo Dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG (K), M.H., FISQua. “Ibu mengandung bayi selama 9 bulan 10 hari. Tentu harus disiapkan dengan baik. Mulai mental atau psikologisnya, fisik, nutrisi, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Serta rutin memeriksakan kandungannya,” katanya.

Baca Juga : IDI Cabang Kabupaten Probolinggo; Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H

Terkait mentalnya, Yessi – sapaan akrabnya – mengatakan, ibu hamil jangan sampai stres. Karena ibu hamil rentan mengalami stres dan sangat berpengaruh pada kondisi kehamilannya. Tentu, salah satu cara untuk menghindari ibu hamil stres, harus mendapat pendampingan dari keluarga terutama suami.

Baca Juga : Ibadah Haji Dibuka, Kabupaten Probolinggo Dapat Kuota 440 Calhaj

“Ibu hamil tidak bisa sendirian. Misalnya, ibu hamil tanpa asisten rumah tangga, tentu harus menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Karena itu, suami harus siaga untuk menolong istrinya sewaktu-waktu. Jangan biarkan ibu hamil tanpa kawan. Termasuk turut menjaga kesehatan dengan rutin menyiapkan segala kebutuhannya,” jelasnya.

Tidak kalah peting menurut Yessi, ibadah menurut keyakinan masing-masing juga turut menguatkan kondisi mental ibu hamil. Karena ibu hamil butuh ketenangan, maka ibadah menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan ketenangan batin. Sehingga, ibu hamil memahami dengan baik bahwa kehamilan merupakan anugerah dari Tuhan.

Dari sisi kesehatan, kualitas gizi dan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi harus dijaga. Konsumsi vitamin asam folat yang direkomendasikan sebanyak 800-1000 miligram sangat direkomendasikan. Konsumsi makanan bergizi yang mengandung protein seperti daging, telur, ikan, dan susu juga sangat penting.

Calon ibu juga hendaknya menghindari anemia atau kurang darah. Karena jika ibunya kurang darah, pertumbuhan bayi terganggu. Akhirnya, ibu hamil harus menjalani tranfusi darah. “Harus tambah darah. Ini yang paling penting karena jarang terdeteksi. Ini penyebab utama dari stunting. Yakin, anemia bisa dicegah,” katanya.

Merokok dan minuman beralkohol juga menjadi pantangan bagi ibu hamil. Para suami perokok, juga dilarang merokok dekat istrinya. Karena terbukti, perokok pasif justru lebih berbahaya daripada perokok aktif. “Karena banyak bapak-bapak yang belum paham, bahwa aktivitas merokoknya juga memberikan dampak negatif pada janin,” terangnya.

PEMERIKSAAN KESEHATAN: Ibu hamil wajib memeriksakan 3 kali dalam setiap kehamilan. Setiap trimester, kondisi ibu dan anak harus diperiksa agar bisa dipantau kondisi kesehatannya.

Secara fisik, ibu hamil juga perlu melakukan olahraga. Jangan malah lebih banyak tidur. Tentu olahraga yang dianjurkan dalam kondisi hamil. Meskipun ada larangan beraktivitas berat, namun olahraga pengecualian. Berolahraga penting untuk menjaga kesehatan fisik dan jantung, karena saat persalinan ibu hamil membutuhkan kekuatan fisik yang prima.

Mempersiapkan kehamilan menurut Yessi memang harus dimulai sejak awal. Bahkan sebelum menikah. Pasangan suami istri harus merencanakan kehamilan agar persiapan semakin matang. Termasuk secara finansial, agar kebutuhan saat hamil dan pasca melahirkan bisa terpenuhi dengan baik. “Tidak ujug-ujug hamil tanpa persiapan,” katanya.

Pemeriksaan kehamilan atau Anteatal Care (ANC) juga perlu dilakukan secara rutin. Minimal 3 kali pemeriksaan selama kehamilan. Tiga kali ANC dari trimester 1, trimester 2, dan trimester 3. Selain itu, pasca persalinan harus segera disiapkan alat kotrasepsinya atau KB. Hal itu juga masuk dalam upaya merencanakan kehamilan berikutnya.

Perempuan yang di Jalan Diponegoro, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo itu mengatakan, pemerintah saat ini bertekad kuat menurunkan  angka stunting da angka kematian pada ibu hamil dan bayi baru lahir. Hal tersebut merupakan upaya ketat dari pemerintah saat ini. “Mudah-mudahan bisa berhasil,” harapnya.

“Selesai melahirkan dan nifas selesai, jangan tunggu haid untuk ikut KB. Karena kalau tidak begitu, tahu-tahu keburu hamil kembali. Akibatnya, kehamilan berikutnya tidak dipersiapkan. Upaya memberikan nutrisi yang baik melalui ASI pada anak akan terhambat,” kata dokter spesialis kandungan tersebut. (*/hla/sp)