Kejar Layangan Putus, Bocah 11 Tahun di Jember Tewas Tersengat Listrik

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Monday, 20 Apr 2026 17:44 WIB

Kejar Layangan Putus, Bocah 11 Tahun di Jember Tewas Tersengat Listrik

EVAKUASI: Hasil tangkapan layar video evakuasi korban tersengat listrik di pertokoan Kaliwates.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Niat mengejar layang-layang putus berujung petaka. Seorang bocah berinisial MD (11) meninggal dunia setelah tersengat listrik tegangan tinggi di kawasan Patung Kaliwates, Minggu (20/4/2026) siang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu korban bersama teman-temannya tengah berlarian mengejar layangan yang terputus dan tersangkut di atas atap sebuah toko bangunan di wilayah Kaliwates.

Tanpa menyadari bahaya, korban nekat naik ke atap Toko Bangunan Sumber Alam untuk mengambil layangan tersebut. Tak lama kemudian, suasana berubah mencekam setelah terdengar suara ledakan keras dari arah atap.

Warga yang panik langsung mencari sumber suara dan mendapati korban sudah tergeletak tidak berdaya. Beruntung, saat kejadian sebuah unit pemadam kebakaran tengah melintas di sekitar lokasi. Warga segera meminta bantuan untuk mengevakuasi korban.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi menduga korban naik ke atap melalui bangunan kosong di samping toko. Saat berada di atas, korban diduga menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yang melintang cukup rendah di area tersebut.

“Korban diduga naik melalui rumah kosong di samping lokasi, lalu menyentuh kabel listrik tegangan tinggi yang posisinya cukup rendah,” ujar Yustaniar, petugas Regu B Damkarmat Pemkab Jember saat dikonfirmasi Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ditemukan posisi korban dalam keadaan tengkurap dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. “Ketika kami lakukan pemeriksaan awal, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di lokasi,” tambahnya.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus berjibaku dengan aliran listrik yang masih aktif di sekitar kabel, sehingga penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati. “Evakuasi cukup berisiko karena jaringan listrik masih aktif, sehingga kami harus memastikan keamanan sebelum menurunkan korban,” jelasnya.

Sekitar pukul 12.31 WIB, lima personel Damkar akhirnya berhasil mengevakuasi korban dari atas atap. Jenazah kemudian langsung dibawa ke RS Kaliwates.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar serius di bagian ketiak, perut, dan tangan akibat sengatan listrik.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Bahkan, sehari setelah kejadian, korban seharusnya merayakan hari ulang tahunnya.

Petugas pun mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat bermain di luar rumah. “Jangan biarkan anak-anak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik karena risikonya sangat fatal,” tegasnya. (dsm/why)


Share to