Kekeringan Meluas, BPBD Jember Suplai Air Bersih ke Tiga Kecamatan dan Asesmen Wilayah Baru

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Thursday, 06 Aug 2026 11:28 WIB

Kekeringan Meluas, BPBD Jember Suplai Air Bersih ke Tiga Kecamatan dan Asesmen Wilayah Baru

AIR: BPBD Jember saat menyuplai air bersih di Desa Pandukman, Kecamatan Jelbuk.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dampak musim kemarau mulai meluas di Kabupaten Jember. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terus melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air, sekaligus melakukan asesmen di lokasi baru yang terdampak kekeringan.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, hingga Rabu (5/8/2026) kemarin, penyaluran air bersih dilakukan di Kecamatan Silo, Pakusari, dan Jelbuk. Sementara satu lokasi di Kecamatan Sumbersari telah diasesmen untuk segera mendapatkan bantuan distribusi air.

"Musim kemarau menyebabkan beberapa sumber air warga mengering. Kami terus melakukan asesmen dan distribusi air bersih sesuai kebutuhan di lapangan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," ujar Edy Kamis (6/8/2026) pagi.

Di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, BPBD kembali menyalurkan 5.000 liter air bersih. Ini merupakan distribusi kedua setelah sebelumnya bantuan serupa disalurkan pada 3 Agustus.

Sebanyak 85 kepala keluarga (KK) di RT 01 dan RT 02 RW 07 terdampak kekeringan. Selama ini warga harus menempuh sekitar tiga kilometer menuju sungai karena sumur-sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter telah mengering. Kondisi tersebut diperparah belum adanya jaringan pipanisasi di wilayah tersebut.

BPBD juga menempatkan empat tandon berkapasitas 1.200 liter sebagai penampungan air dan merekomendasikan distribusi dilakukan setiap dua hari sekali.

Di Kecamatan Pakusari, distribusi air bersih ke-17 dilakukan di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang. Sebanyak sekitar 125 KK menerima pasokan 4.000 liter air bersih yang didistribusikan bersama PMI Jember.

Menurut hasil asesmen, warga kesulitan memperoleh air bersih karena sumur bor yang berada sekitar 600 meter dari permukiman belum dapat dimanfaatkan akibat belum tersedia sambungan listrik dan jaringan pipa. Sementara sebagian sumur warga mengalami penyusutan debit bahkan menghasilkan air keruh.

Sementara itu, di Dusun Sumber Tengah, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, BPBD bersama Perumdam Tirta Pandalungan menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada 102 KK.

Wilayah tersebut mengalami krisis air bukan hanya akibat musim kemarau, tetapi juga karena jaringan Pamsimas yang tidak berfungsi sejak April 2026. Akibatnya warga harus mengambil air dari sumur bor di Balai Desa Panduman yang berjarak sekitar 2,5 kilometer.

Selain distribusi, BPBD juga melakukan asesmen di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Hasil pendataan menunjukkan sekitar 50 KK terdampak kekeringan.

Di lokasi tersebut belum tersedia jaringan pipanisasi, sementara sumur-sumur warga dengan kedalaman sekitar 10 meter telah mengering. Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga memanfaatkan air dari saluran irigasi maupun sungai yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman.

"Hasil asesmen menjadi dasar penanganan berikutnya. Kami merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali setelah titik penempatan tandon disiapkan pemerintah setempat," kata Edy.

Ia menambahkan, BPBD akan terus memantau perkembangan wilayah terdampak selama musim kemarau berlangsung dan menyesuaikan pola distribusi air berdasarkan hasil asesmen di lapangan agar bantuan tepat sasaran. (dsm/why)


Share to