Kelompok Aliran Kepercayaan Seperti Fenomena Gunung Es

Andi Saputra
Andi Saputra

Monday, 14 Feb 2022 18:44 WIB

Kelompok Aliran Kepercayaan Seperti Fenomena Gunung Es

ALIRAN KEPERCAYAAN: Pegiat sejarah Jember dari komunitas “Boemi Poeger Persada” Y. Setyo Hadi, menyebutkan bahwa jumlah kelompok aliran kepercayaan di Jember cukup banyak. Bahkan, keberadaannya hampir merata di 31 kecamatan di Kabupaten Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pegiat sejarah Jember dari komunitas “Boemi Poeger Persada”, Y. Setyo Hadi mengungkapkan bahwa di Kabupaten Jember terdapat banyak kelompok serupa seperti “Tunggal Jati Nusantara”. Menurutnya, kelompok tersebut hamper tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Jember.

Setyo mengatakan, fenomena kelompok kepercayaan tak ubahnya seperti gunung es. Meski tak secara terang-terangan, namun eksistensinya tetap terjaga. “Baik berbasis agama, berbasis kultur kejawen, maupun berbasis campuran Hindu-Budha,” terangnya kepada tadatodays.com melalui sambungan telepon, Senin (14/2/2022).

Menurut Setyo, aktivitas kelompok kepercayaan tersebut tidak secara terang-terangan karena tergolong kelompok minoritas. Bahkan, tidak semua orang bisa bergabung dengan kelompok tersebut. “Baru terungkap, jika ada kasus seperti di Payangan ini,” ujarnya.

Setyo berpendapat, eksisnya kelompok aliran kepercayaan di Kabupaten Jember ditengarai karena beberapa hal. Di antaranya, sosialogis masyarakat Jember yang agraris dan masih percaya dengan ajaran warisan leluhur.

Kedua, dorongan ekonomi yang mendesak atau adanya persoalan kehidupan. Dimana, masyarakat menginginkan jalan pintas dalam menyelesaikan persoalanya dengan meminta bantuan kepada kekuatan di luar dirinya. “Kalau semacam ini, penyelesain masalah berbasis keyakinan spiritual,” tuturnya.

Agar peristiwa seperti Tunggal Jati Nusantara tidak terulang, Setyo menyarankan agar pemerintah segera menaungi kelompok kepercayaan yang ada di kabupaten Jember.

Naungan itu, kata dia, sebagai langkah antisipasi jika terdapat aktivitas ritual berbahaya. “Kalau ada kelompok yang mau ritual di pantai, kemudian cuaca masih ekstrem bisa diberi tahu terlebih dahulu,” katanya. (as/don)


Share to