Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-02-18 10:37:32

Kembangkan Wisata Edukasi Tanaman Anggrek, Disparbud Jember Gandeng PAI

POTENSI: Kepala Disparbud Kabupaten Jember Harry Agungtriono (kanan) bersama Koordinator PAI Cabang Jember Budi Sugiarto saat pameran anggrek di halaman hotel Puncak Rembangan milik Pemkab Jember yang berada di di Dusun Darungan, Desa Kemuning Lor, Kecamatam Arjasa, Kabupaten Jember.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember terus melakukan pengembangan di berbagai sektor pariwisata. Salah satunya, mengembangkan wisata edukasi tanaman anggrek.

Pengembangan wisata edukasi anggrek itu telah dimulai sejak awal Februari 2022, ditandai dengan digelarnya pameran anggrek di halaman hotel Puncak Rembangan milik Pemkab Jember yang berada di di  Dusun Darungan, Desa Kemuning Lor, Kecamatam Arjasa, Kabupaten Jember.

Baca Juga : Kueren! TPA Pakusari Disulap Jadi Tempat Wisata Edukasi

Kepala Disparbud Kabupaten Jember Harry Agungtriono pada tadatodays.com menjelaskan, tugas utama Disparbud saat ini adalah meningkatkan jumlah wisatawan untuk datang ke Jember menikmati destinasi pariwisata. “Karena itu, kami terus melakukan pembenahan dan juga pengembangan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Jember. Salah satunya mengembangkan anggrek di Puncak Rembangan,” katanya, Senin (14/02/2022).

Baca Juga : Disparbud Jember Wacanakan Integrasi Wisata Papuma dan Watu Ulo

Sejumlah tempat wisata yang selama ini dikelola Disparbud akan terus dipercantik. Di antaranya pemandian kolam renang Patemon yang ada di Kecamatan Tanggul, pemandian Kebon Agung yang Kecamatan Kaliwates, kemudian Pantai Watu Ulo yang berada di Kecamatan Ambulu, dan pemandian Puncak Rembangan.

Sebagai langkah awal, Disparbud akan menggarap Puncak Rembangan. Harry -sapaan akrabnya- dengan mantap mengatakan, Disparbud akan menjadikan “Wisata Edukasi Tanaman Anggrek” sebagai salah satu menu wisata yang akan digarap secara serius oleh Disparbud.

Alasanya, anggrek merupakan tanaman yang indah dan juga disukai oleh banyak orang. Puncak Rembangan yang berada di dataran tinggi dengan iklim sejuk, menjadi lokasi yang cocok untuk mengembangkan tanaman anggrek.

Menurutnya, mengembangkan tanaman anggrek akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Pertama, membuka wisata keluarga berbasis edukasi. Kedua, membuka lapangan kerja bagi masyarakat Jember. Terutama para petani yang selama ini berbubidaya tanaman anggrek.

Harry melanjutkan, dalam upaya pengembangan wisata edukasi anggrek kali ini, pihaknya menggandeng Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Jember. Nantinya komunitas PAI yang akan memberikan edukasi dan juga pemetaan spot-spot mana saja yang ada di Puncak Rembangan, untuk dapat digunakan sebagai lahan budidaya anggrek.

“Kami menggandeng PAI. Mereka kita wadahi di sini untuk ikut berkontribusi dan berkolaborasi mengembangkan wisata anggrek,” ungkapnya.

BANYAK PEMINAT: Pengembangan tanaman anggrek di Jember punya potensi meningkatkan kedatangan wisatawan. Terutama di Puncak Rembangan yang iklimnya cocok untuk budidaya anggrek. Jenis anggrek yang dibudidayakan adalah anggrek bulan.

Sementara itu, Koordinator  PAI Cabang Jember Budi Sugiarto mengatakan, anggrek memiliki potensi ekonomi yang sangat baik. Dibanding tanaman lain, anggrek menurutnya memiliki harga jual yang stabil. Karena anggrek disukai oleh banyak  kalangan terutama ibu-ibu dan remaja putri.

Pihaknya menyambut baik dan siap bersinergi dengan Disparbud Kabupaten Jember yang melakukan trobosan mengembangkan wisata edukasi tanaman anggrek. Sebagai langkah awal untuk merangsang tumbuhnya petani anggrek di Kabupaten Jember, PAI Cabang  Jember menyiapkan bibit anggrek dengan harga murah.

“Untuk merangsang tumbuhnya petani-petani baru skala rumah tangga, kami menjual bibit anggrek dalam botol dengan harga murah. Mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 35 ribu. Saat ini kita pasarkan melalui media facebook, IG, juga di channel YouTube,” jelasnya.

Menurutnya, Puncak Rembangan nantinya tidak hanya sebatas tempat wisata edukasi tanaman anggrek, tetapi juga sebagai pasar anggrek. Sehingga wisatawan yang datang ke Puncak Rembangan selain dapat melihat keindahan berbagai macam anggrek, juga dapat membeli kemudian membawa pulang anggrek. (*/as/sp)