Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-05 19:22:18

Kepala PPGA Semeru: Jauhi Aliran Sungai!

WASPADA: Kepala PPGA Semeru Liswanto, mengimbau warga dan petugas evakuasi untuk menjauhi aliran sungai di lokasi bencana.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Erupsi yang terjadi di Gunung Semeru, sejatinya aktivitas yang normal dan terjadi setiap hari. Hanya saja, erupsi yang terjadi pada Sabtu (4/12) sore kemarin, diikuti meledaknya padatan abu vulkanik yang menyebabkan terjadinya awan panas guguran (APG).

Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Semeru, Liswanto, Minggu (5/12) sore, mengatakan jika erupsi Gunung Semeru terjadi setiap hari. Namun erupsi itu terjadi dalam skala kecil.

Baca Juga : Pasca Erupsi Kedua, Gunung Semeru Naik Status Jadi Siaga

Sementara erupsi pada Sabtu kemarin, diikuti dengan keluarnya awan panas guguran. Sehingga ancaman potensi erupsi susulan masih terjadi, meski data seismograf di PPGA tercatat masih normal.

Baca Juga : Suka Duka Relawan Pencari Korban Erupsi Semeru

Liswanto menyampaikan, APG itu terjadi karena adanya gravitasi. “Sehingga padatan itu kemungkinan meledak dan ini bisa terjadi sewaktu-waktu," ucapnya saat ditemui di kantor Badan Geologi Pusat Vulkanolgi dan Mitigasi Bencana Gunung Sawur, Kecamatan Candipuro.

Pihaknya mengimbau kepada warga untuk jangan sekali-kali mendekati area sungai, karena dikhawatirkan terjadinya lahar dingin. "Kalau bisa menghidar dengan jarak 10 kilometer dari Gunung Semeru," katanya.

Dari pantauan tadatodays.com, Gunung Semeru masih diselimuti awan tabal dan membuat puncak Mahameru tidak terlihat dari pos pantau. (ang/don)