Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-02-20 17:41:31

Kiai Se Kabupaten Jember Dukung Gus Muhaimin Presiden 2024

PILPRES: Muhaimin Iskandar berdiri di atas panggung deklarasi kiai kampung se Kabupaten Jember, Minggu (20/2/2022). Ia meminta dukungan kiai di Jember untuk memuluskan rencananya maju di Pilpres 2024.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Ratusan kiai kampung se-Kabupaten Jember mendeklarasikan dukungan kepada Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, sebagai Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia pada Pemilu 2024. Deklarasi itu dilakukan saat Gus Muhaimin berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arifin, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Jember, Minggu (20/02/2022) sekira pukul 15.00 WIB.

Deklarasi itu dipimpin oleh Kiai Badrus Sodiq, selaku Dewan Suro DPC PKB Jember.

Baca Juga : Klaim PKB Masuk Tiga Besar Nasional, Muhaimin Minta Kader Kerja Keras

Dalam deklarasinya, para kiai menyatakan 3 sikapnya. Pertama, kiai se-Kabupaten Jember memandang Gus Muhaimin adalah tokoh Nahdatul Ulama yang dinilai cocok mewakili NU untuk memimpin Indonesia.

Baca Juga : Cak Imin : Bersatulah Sesepuh dan Ulama NU di Pantura

Kedua, para kiai kampung di Jember menyatakan siap bergerak sepenuhnya memenangkan Gus Muhaimin sebagai Presiden 2024. "Kami siap berjuang siang malam dari pintu ke pintu, untuk memperjuangkan Gus Muhaimin," ujarnya.

Kemudian, para kiai mengucapkan terima kasih atas kinerja Gus Muhaimin yang berhasil memperjuangkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dan melahirkan Undangan-Undang Pesantren.

Sementara dalam sambutannya, Gus Muhaimin menyatakan siap maju sebagai Calon Presiden dengan catatan para Gus se-Kabupaten Jember bersedia bekerjasama. "Saya bersedia asal semua gus itu bekerjasama, jangan saya bekerja sendiri," katanya.

Gus Muhaimin mengklaim, dalam survei terakhir di Jawa timur menempatkan dirinya sebagai Calon Presiden potensial pada Pemilu 2024.

Untuk itu, mulai tahun ini dirinya siap bekerja keras mengkonsolidasikan kekuatan Nadhliyin untuk mendukung dirinya. "Indonesia tidak akan maju lebih unggul, karena komitmen pendidiknya tidak serius dilakukan. Kalau NU (yang jadi Presiden, Red)  keadaan akan lebih baik," terangnya.

Ia mengatakan, kekuatan Presiden di Indonesia bak pemegang takdir. Oleh karena itu, perjuangan NU mewujudkan cita-citanya akan lebih baik jika NU memimpin.

Ia melanjutkan, seorang Presiden akan stabil apabila memiliki akar kultural dan memiliki kekuatan organisasi yang kuat. Dua syarat itu, kata dia, NU punya semua. "Saya mohon restu. Jika Jember ini nanti Maret-April surveinya baik, insyallah kita menang," tuturnya. (as/don)