Kisah Mislicha, Nenek Penjual Cilok di Pasuruan, Siap Berangkat Haji setelah Nabung Rp 10 Ribu Sehari selama 20 Tahun Lebih

Amal Taufik
Sunday, 19 Apr 2026 17:57 WIB

CILOK: Mislicha saat melayani pembeli.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Halaman rumah sebuah sederhana di kawasan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, tampak tenang saat matahari mulai naik, Minggu (19/4/2026). Dua gerobak cilok terparkir di atas paving, catnya mulai pudar, namun masih kokoh berdiri.
Di atas gerobak itu, panci aluminium, botol saus, dan perlengkapan jualan tersusun rapi. Sementara di teras, papan bertuliskan “Toko Berkah” menggantung sebagai penanda usaha kecil yang telah bertahan puluhan tahun.
.png)
KOPER: Mislicha dan Mariatul Qibtiyah saat menunjukkan koper.
Dari tempat itulah nenek Mislicha memulai hari-harinya. Setiap pagi, perempuan 85 tahun itu mendorong gerobak keluar gang. Langkahnya pelan, tapi pasti. Tangannya sudah terbiasa menggenggam pegangan kayu, seolah gerobak itu menjadi bagian dari hidupnya.
Ia mulai berjualan sejak usia 16 tahun. Sejak saat itu, hidupnya berjalan dalam ritme yang sama, yakni berkeliling, menjajakan cilok, lalu pulang dengan hasil seadanya.
Suaminya, Muhammad Husen adalah tukang becak dan sudah meninggal pada tahun 2006 silam. "Dulu jualan Jalan Pattimura, Kelurahan Bugul Kidul. Lalu sekarang Jalan Trunojoyo, dekat SMP 5 Pasuruan," ujarnya.
Sehari, jika ramai, ia biasanya membawa pulang sekitar Rp 100 - 200 ribu. Dari jumlah itu, ia biasanya menyisihkan uang sebesar Rp 10 ribu untuk ditabung. Uang itu lantas ia simpan untuk ikut arisan dengan iuran Rp 70 ribu. "Nabungnya lewat arisan-arisan itu. Nanti dapat arisan, ditabung," kata Mislicha.
.png)
RUMAH: Rumah Mislicha.
Di dalam rumahnya, tampak dinding kuning sederhana, kursi kayu dengan sandaran anyaman, dan meja ruang tamu dengan toples berisi kue sisa-sisa lebaran kemarin. Di kursi itulah Mislicha sering duduk, sesekali memandang ke arah halaman tempat gerobaknya terparkir.

Sejak suaminya meninggal 20 tahun lalu, hidup mengharuskan Mislicha melanjutkan semuanya sendiri. Ia memiliki 8 anak dan harus membesarkannya seorang diri. Semua anaknya
Kini, ia telah memiliki 22 cucu dan 13 cicit. Secara fisik, Mislicha tampak sehat. Jalannya masih tegak. Suaranya masih jelas dan tegas. Bahkan tiap hari berjualan, ia masih mendorong gerobaknya seorang diri. "Kalau ditanya kenapa masih sehat. Mungkin karena bendino nyurung rombong (tiap hari dorong gerobak)," ujar Mislicha sambil tertawa.
Selama perjalanan panjang hidupnya, ada satu mimpi yang tak pernah ia lepaskan: berangkat haji ke Makkah. Setelah hampir 70 tahun berjualan cilok, Mislicha akhirnya berkesempatan melaksanakan ibadah umroh. "Itu tahun 2017, ada sisa uang akhirnya untuk daftar haji," kenang Mislicha.
.png)
RUMAH: Mislicha duduk di ruang tamu rumahnya.
Gayung bersambut, pada tahun 2026 ini Mislicha mendapat panggilan. Ia mengaku kaget karena tiba-tiba ada pemberitahuan dari Kantor Kementerian Haji Kota Pasuruan. Mislicha dijadwalkan berangkat pada 23 April besok.
Ia tercatat sebagai calon jamaah haji tertua asal Kota Pasuruan. Sebagai jemaah kategori lansia, Mislicha harus bersama pemdamping. Anak terakhirnya, Mariatul Qibtiyah, yang mendaftar haji pada tahun 2020 jadi pendampingnya selama ibadah di Tanah Suci.
Mereka akan berangkat bersama dalam kloter 10 Embarkasi Surabaya. "Saya daftar tahun 2020. Ya tidak menyangka dipanggil secepat ini dan bersama ibu pula ibadah di sana," kata Mariatul Qibtiyah.
Ketika ditemui di rumahnya, ia menunjukkan 2 koper yang akan dibawanya. Berbagai perlengkapan sudah disiapkan. Ia juga berencana menggelar syukuran kecil bersama tetangga sekitar.
Tetangga Mislicha, Moh. Anas mengungkapkan, ia mengenal Mislicha sebagai sosok pekerja keras. Di usianya yang sudah tidak muda, Mislicha masih ulet berjualan di dekat sekolah SMP 5 Pasuruan.
Ketika mendengar Mislicha akhirnya berangkat, ia turut senang. "Alhamdulillah. Panggilannya di sini Yuk Mis. Siapa yang tidak tahu Yuk Mis jualan cilok sejak dulu. Semoga beliau diberi kelancaran dan kesehatan," ujar Anas. (pik/why)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)