Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-16 20:07:44

Korban Banjir Keluhkan Sulitnya Air Bersih, PDAM Jember Janji Distribusi selama Pemulihan

MENDESAK: Warga korban banjir di 5 kecamatan mulai mengeluhkan kesulitan air bersih. PDAM Jember pun melakukan distribusi air bersih untuk memfasilitasi warga.

JEMBER, TADATODAYS.COM - PDAM Kabupaten Jember mulai menyalurkan air bersih pada korban banjir di sejumlah desa di Kabupaten Jember. Di antaranya di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, yang mengalami kesulitan air bersih sejak bencana terjadi, Selasa (12/1/2020).

Diketahui, masyarakat terdampak banjir mulai merasakan kesulitan air bersih. Hal itu disebabkan air sumur kotor karena bercampur lumpur. Salah seorang warga bernama Siti Aminah mengatakan, kebutuhan air saat ini sangat mendesak. Terutama untuk kebutuhan minum sehari-hari.

Baca Juga : Kini, Proyek Jembatan Kedungasem Terganjal Pipa PDAM

Ia berharap, suplai air dari PDAM terus diberikan selama sumur milik warga belum bisa digunakan. “Rata-rata warga sini memang menggunakan sumur galian. Karena banjir jadi tidak bisa digunakan,” terangnya.

Baca Juga : Akhir Masa Jabatan, Bupati Jember masih Sempat Lantik Direktur PDAM

Sementara itu, Direktur PDAM Jember Ady Setiawan berjanji, pihaknya akan memfasilitasi kebutuhan air bersih selama proses pemulihan pascabanjir. Tak hanya itu, PDAM juga menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai dan sembako.

Ady menyebut, dana bantuan sembako yang digelontorkan PDAM mencapai Rp 30 juta. Donasi tersebut berasal dari penggalangan dana di internal PDAM. “Kami juga galang dana dari direksi, karyawan, dan pengawas. Alhamdulillah terkumpul sekitar Rp 30 juta," katanya.

PDAM menurut Ady juga akan menyiapkan tandon portabel untuk memenuhi kebutuhan air bersih di posko pengungsian.

Data BPBD setempat, banjir di Jember telah merendam 12 desa dan 5 kecamatan. Yakni, Kecamatan Bangsalsari, Tanggul, Gumukmas, Puger, dan Tempurejo. Sementara jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 3.986 KK, 4 fasilitas pendidikan rusak, dan ratusan warga tercatat sebagai pengungsi. (as/sp)