Lebaran tanpa Open House, Bupati Jember Pilih Dukung Efisiensi Pemerintah Pusat

Dwi Sugesti Megamuslimah
Sabtu, 21 Mar 2026 15:07 WIB

LEBARAN: Bupati Jember Muhammad Fawait saat ditemui usai salat ied di kediamannya.
JEMBER, TADATODAYS.COM - Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Jember tahun ini berlangsung tanpa tradisi open house di Pendopo Wahyawibawagraha. Bupati Jember Muhammad Fawait memutuskan meniadakan agenda tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi yang dianjurkan pemerintah pusat.
Fawait menegaskan, keputusan tersebut bukan karena keterbatasan anggaran daerah, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk menekan beban subsidi negara, khususnya di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
“Bukan berarti stok langka, tidak. Stok aman. Tapi ini terkait beban subsidi pemerintah pusat. Maka kami sebagai bagian dari NKRI tentu mendukung efisiensi,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (21/3/2026).
Menurutnya, kondisi global yang tidak stabil, terutama di kawasan Timur Tengah, berdampak pada naik-turunnya harga minyak dunia. Situasi ini berimbas langsung pada beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang ditanggung pemerintah.
Karena itu, arahan efisiensi dari pemerintah pusat dinilai perlu direspons oleh seluruh kepala daerah, termasuk dengan meniadakan kegiatan seremonial yang berpotensi menambah pengeluaran. “Kami putuskan tahun ini tidak ada open house di pendopo,” tegasnya.


Meski tanpa open house resmi, Fawait memastikan silaturahmi tetap berjalan secara sederhana. Ia mengaku tetap menerima tamu, namun dengan konsep terbatas dan tidak bersifat besar-besaran. “Kalau ada tamu datang, tetap kami terima di pondok, ala kadarnya,” imbuhnya.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa efisiensi tidak hanya berlaku di tingkat pusat, tetapi juga dijalankan hingga pemerintah daerah.
Selain itu, Fawait mengungkapkan pihaknya juga tengah menyiapkan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN), jika sewaktu-waktu ada kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.
“Kami sudah siapkan skema, termasuk kemungkinan work from home (WFH). Pengalaman saat Covid menjadi acuan. Kalau pun diterapkan, mungkin satu sampai dua hari dalam sepekan dan tidak akan mengganggu pelayanan publik,” jelasnya.
Dengan kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap tetap dapat menjaga keseimbangan antara pelayanan kepada masyarakat dan kontribusi terhadap stabilitas fiskal nasional, terutama di momentum Idul Fitri yang identik dengan peningkatan aktivitas dan konsumsi. (dsm/why)



Share to
 (lp).jpg)