Lonjakan Harga Ayam Tak Sejalan dengan Penjualan, Pedagang Mulai Cemas

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Wednesday, 18 Feb 2026 18:37 WIB

Lonjakan Harga Ayam Tak Sejalan dengan Penjualan, Pedagang Mulai Cemas

AYAM: Salah satu pedagang ayam di pasar tanjung, Jember, Devi Kusumawati.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinamika pasar menjelang Ramadan 1447 H di Jember menunjukkan kondisi yang tidak lazim. Di tengah kenaikan harga daging ayam, aktivitas pembelian justru cenderung melambat, membuat pedagang harus menahan potensi keuntungan.

Dalam sepekan terakhir, harga ayam potong di tingkat pengecer sempat menembus Rp 42 ribu per kilogram. Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih berada di kisaran Rp 38 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum positif bagi pedagang, mengingat Ramadan identik dengan peningkatan konsumsi protein hewani. Namun di lapangan, kenaikan harga justru membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Tanjung, Devi Kusumawati, mengaku merasakan langsung dampak lesunya transaksi meski harga jual sedang tinggi. “Harga memang sedang tinggi, sampai Rp 42 ribu per kilo. Tapi anehnya, pembeli malah makin sedikit yang datang,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan kondisi ini bukan disebabkan gangguan pasokan. Distribusi ayam dari pemasok disebut tetap lancar dan stok di pasar masih relatif aman. “Barangnya ada, stok juga lancar. Saya rasa masyarakat menahan belanja karena harga dirasa terlalu mahal,” jelasnya.

Memasuki awal Ramadan, harga ayam mulai turun ke kisaran Rp 40 ribu per kilogram. Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibanding harga normal yang biasanya berada di level Rp 32 ribu per kilogram, sehingga daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Pedagang kini berharap aktivitas belanja masyarakat akan meningkat seiring bertambahnya hari puasa, sehingga perputaran penjualan bisa kembali stabil dalam waktu dekat. “Harapannya nanti semoga pas puasa makin rame supaya stabil lagi," ujarnya. (dsm/why)


Share to