Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-23 06:24:48

Mahasiswa Jember Blokade Jalan Duduki Bundaran DPRD Jember

HINGGA MALAM: Massa AMJ yang mayoritas mahasiswa tetap bertahan meski ada provokasi dari massa lain yang hendak membubarkan mereka.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jember Menggugat (AJM), kembali menggelar aksi turun jalan menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di bundaran DPRD Jember, Kamis (22/10/2020).

Aksi kali ini merupakan aksi keempat yang digelar AJM, dengan tuntutan yang sama. Yakni, menolak UU Ciptaker dan meminta pemerintah segera mencabutnya. Lantaran dinilai cacat formil dan secara isi tidak pro kepada rakyat.

Baca Juga : Mangkrak, Bangunan Mal Poncol Pasuruan yang Rusak Rentan Ambrol

Pantauan tadatodays.com di lokasi, massa aksi yang terdiri dari 30 organisasi mahasiswa se-kabupaten Jember itu, mulai bergerak dari pintu gerbang Universitias Jember (Unej) menunju bundaran DPRD sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga : Paripurna KUA-PPAS APBD Banyuwangi 2021, Pendapatan Turun Rp 458.764 Miliar

Sesampainya di bundaran, massa aksi mulai diintruksikan oleh salah satu kordinator aksi, Nurul Mahmuda Hidayatullah, untuk duduk memenuhi Jalan Bengawan Solo dan Jalan Kalimantan.

Secara bergantian, perwakilan organisasi mahasiswa menyampaikan orasinya. Selama orasi berlangsung, massa aksi tetap duduk sembari mengikuti intruksi orator di atas mobil komando.

Suasana berubah, sesaat setelah terjadi kerusakan pada sound system yang berada di mobil komando. Sebab, kerusakan diduga lantaran ada penyusup yang secara sengaja merusaknya.

Dalam kondisi pengeras suara yang tak lagi berfungsi, massa aksipun mulai terprovokasi dengan melempari gedung dewan menggunakan botol minuman dan batu. Akibatnya, beberapa sisi kaca gedung dewan pecah.

Berutung saat kejadian sekitar pukul 17.00 WIB tidak ada anggota dewan yang berada didalam gedung. Aparat kepolisian berupaya memenangkan masa menggunakan pengeras suara dari dalam gedung dewan.

Namun aksi lempar batu tak surut. Bahkan, salah seorang peserta aksi juga mengarahkan petasan ke gedung dewan sehingga terdengar letusan besar. Beruntung, letusan petasan itu tak melukai siapapu.

Terlihat, polisi dengan pakaian preman mengejar dan menendang massa aksi yang mencoba merangsek masuk ke gedung dewan. Suara azan Magrib menghentikan gerakan massa aksi. Massa langsung menggelar salat berjamaah di bundaran DPRD.

Usai salat, massa langsung memblokade empat arah jalan. Yakni, Jalan Bengawan Solo, Jalan Kalimantan, Jalan Jawa, dan Jalan Sumatera. Usai berhasil memblokade jalan, massa kembali membentuk lingkaran dan berorasi secara bergantian.

Di tengah aksi sekira pukul 20.00 WIB, muncul massa tandingan yang bermaksud membubarkan peserta aksi. Salah satu kordinator aksi, Yayan mengatakan, pihaknya dan seluruh elemen yang tergabung dalam AMJ akan tetap bertahan hingga malam.

Hal itu dilakukan karena sampai detik ini pemerintah tak ada gelagat menerbitkan Perppu. “Ini sebagai bentuk kekecewaan dan protes kami terhadap sikap pemerintah yang terkesan mengabaikan suara mahasiswa dan rakyat,” terangnya.

Yayan menambahkan, baru kali ini seluruh elemen mahasiswa di Jember bersatu dalam satu gerakan yang sama. Karena itu, aksi di Jember tak akan surut sebelum pemerintah memenuhi tuntutan rakyat dan mahasiswa. (as/sp)