Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-12 18:44:49

Mahasiswa Jember Patut Dicontoh, Bersih-bersih Sampah Usai Demonstrasi

LINGKUNGAN: Apa yang dilakukan Aliansi BEM Jember ini patut dicontoh oleh masyarakat. Pasalnya, mereka tetap bertanggungjawab dengan sampah yang mereka hasilkan usai menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD Jember, Selasa (12/4/2022).

JEMBER, TADATODAYS.COM - Demonstrasi yang dilakukan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jember pada Selasa (12/4/2022), patut dicontoh. Usai demo, mereka memungut sampah di lokasi tempat mereka beraksi.

Ya, demonstrasi yang digelar di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember itu dimulai sekira pukul 13.30  WIB. Kemudian sekira pukul 17.00 WIB, mahasiswa menghentikan aksinya setelah ketujuh perwakilan fraksi DPRD datang dan menandatangani nota kesepakatan yang berisi tiga tuntutan aksi tersebut.

Baca Juga : GMNI Jember Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

Nah, setelah membubarkan diri, Sebagian mahasiswa berinisiatif membersihkan sampah di lokasi mereka beraksi. Seperti di Jalan Sumatra, Jalan Kalimantan, Jalan Jawa dan Jalan Bengawan Solo.

Baca Juga : KAMMI Jember Aksi Naik Sepeda, Kritik Kenaikan BBM dan Minyak Goreng

Iqbal, salah satu mahasiswa yang ikut bersih-bersih sampah mengatakan, dirinya merasa punya tanggung jawab dengan keberadaan sampah yang berserakan di jalanan.

Hal itulah yang membuat ia dan mahasiswa lain memungut sampah dengan menggunakan kantong plastik berwarna merah yang telah disiapkan. "Kalau sebelumnya bersih, maka selesainya pun harus bersih kembali," ujar Iqbal kepada tadatodays.com, sambil sibuk memungut sampah.

Dirinya mengatakan bahwa, jika mahasiswa melakukan budaya seperti ini secara terus menerus, maka lingkungan akan terlihat lebih baik dan bersih. Mengingat kebersihan itu adalah cerminan keimanan.

Diketahui, aksi demonstrasi Aliansi BEM Jember itu diikuti sekurangnya 600 mahasiswa dari seluruh kampus yang ada di Kabupaten Jember.

Dalam aksinya mahasiswa Jember menyuarakan tiga tuntutan. Yakni, menolak jabatan Presiden tiga periode, turunkan harga minyak goreng, dan tolak kenaikan PPN 11 persen.

M Yayan, selaku korlap aksi mengatakan bahwa semua tuntutan yang diajukan oleh Aliansi BEM Jember telah mendapatkan tanda tangan dari ketujuh fraksi DPRD Jember. Jika dalam waktu 3x24 jam DPRD Jember tidak menindaklanjuti tuntutan yang sudah ditandatangani, Yayan menyatakan akan menggelar aksi serupa hingga tuntutan mahasiswa terpenuhi. (bp/don)