Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-01 07:12:54

Manfaatkan Medsos, Pria di Jember Berhasil Bantu Ribuan Warga Kurang Mampu

PEDULI: Sulistyono menunjukkan sertifikat penghargaan yang ia peroleh atas aksi sosialnya selama ini.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Ada banyak cara untuk membantu sesama. Seperti yang dilakukan Sulistoyono, warga Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Memanfaatkan Facebook, ia menggalang donasi dari perorangan maupun komunitas. Saat ini, sudah ada 25 komunitas yang terus men-support aksi sosialnya.

Ditemui di rumahnya, Sulistoyono tak menyangka jika niatnya membantu sesama mendapat respons positif dari pengguna internet. Ya, melalui akun Info Warga Jember (IWJ) ia bergerak menggugah hati warganet untuk saling membantu.

Baca Juga : Akun Palsu Atas Nama Pengasuh Ponpes Nurul Jadid Dilaporkan ke Mapolres Probolinggo

Beragam aksi sosial dilakukan. Mulai biaya rumah sakit, biaya pendidikan, renovasi rumah tak layak huni, hingga renovasi rumah ibadah. “Kami memulai gerakan ini dari tahun 2016. Alhamdulillah sampai sekarang masih berlanjut,” terangnya.

Baca Juga : Cegah Politisasi Bansos, Bulog Jember Perketat Pengiriman

Ia lantas menceritakan awal mula menginisiasi aksi sosial tersebut. Mulanya, ia mengunggah kondisi rumah maupun orang yang tengah membutuhkan bantuan di beranda facebook Info Warga Jember (IWJ).

Saat itu, respons warganet di luar dugaannya. Banyak orang yang mengirim pesan kepadanya melalui massenger Facebook dengan maksud memberikan bantuan. Baik berupa uang maupun barang.

Tak hanya itu, beberapa komunitas sosial dari luar Jember seperti Malang, Gresik, Pasuruan, bahkan Komunitas TKW yang ada di Hongkong menghubunginya untuk memberikan bantuan.

“Saat ini, donatur rutinnya ada dari 25  komunitas yang selalu komunikasi dengan kami,” jelasnya. Semua donatur mengirimkan bantuan melalui rekening khusus atas nama Info Warga Jember. Sulis yang kemudian didapuk jadi ketua Tim Reaksi Cepat (TRC IWJ), semakin bersemangat melanjutkan aksinya.

Kini, untuk mencari warga yang membutuhkan bantuan, Sulis cukup menunggu laporan dari warganet atau teman-temannya. Setelah mendapatkan informasi warga yang membutuhkan bantuan, ia melakukan survei lokasi.

Setelah pengamatan, pengambilan data, dan berembuk bersama pihak desa dan masyarakat setempat, barulah ia berani mengunggah kondisi warga yang membutuhkan bantuan itu ke halaman facebook IWJ untuk meminta bantuan warganet.

Kehati-hatian saat survei, sangat diperhatikan timnya. Jika asal posting, dampaknya bisa fatal. Misal, pihak keluarga tidak terima. Atau warga tersebut belum masuk kategori layak dibantu.

Karena itu, survei lokasi sangat penting dilakukan dengan mengajak pihak desa atau tokoh masyarakat. “Kalau kita renovasi rumah, kita kolaborasi sama warga sekitar, sama pihak desa dalam proses pengerjaannya,” jelasnya.

Sulis menyebut, donatur saat ini semakin menyebar bukan hanya dari dalam Jember. Untuk menjaga kepercayaan donator, ia selalu menyimpan cek atau bukti transaksi lainnya untuk dilaporkan.

Hingga saat ini, ia bersama anggota TRC tercatat telah membantu ribuan warga kurang mampu di Jember. Setiap bulanya TRC IWJ dapat mengelola dana bantuan dari Rp 60 juta hingga Rp 100 juta.

“Kami sebulan bisa bantu 5 sampai 20 warga. Tapi juga tergantung sama tenaga kita.  Total setahun dana bantuan bisa mencapai Rp 1 miliar,” katanya. Atas aksi sosialnya selama 4 tahun terahir ini, berbagai macam penghargaan telah ia peroleh. “Ada penghargaan dari Bali, terus daerah lain juga,” terangnya.

Sulis berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat merangkulnya sebagai mitra mengatasi problem sosial di Kabupaten Jember. Relawan kata dia hanya butuh didukung. Syukur-syukur ketika ada program bisa dikerjasamakan. Ia menjamin, aksinya sukarela. (as/sp)