Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-10-10 21:30:09

Masyarakat Masih Percaya Hoax, Dinkes Kabupaten Probolinggo Door to Door Kebut Vaksinasi

AMAN: Dinkes Kabupaten Probolinggo memastikan hingga saat ini belum ada warga yang mendapat dampak negatif dari vaksinasi. Karena itu, Dinkes mengimbau warga tak percaya hoax yang beredar di media sosial terkait vaksin.

PROBOLINGGO,TADATODAYS.COM - Naiknya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian serius Pemkab Probolinggo. Karena itu, satgas penanganan covid-19 dan tenaga kesehatan (nakes) setempat, mengejar target vaksinasi dengan cara door to door.

Naiknya level PPKM di Kabupaten Probolinggo diketahui saat keluarnya Instruksi Mendagri (Inmendagri) nomor 47/2021. Dalam instruksi tersebut, Kabupaten Probolinggo naik ke level 3. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, naiknya level PPKM ini telah dievaluasi.

Baca Juga : Selain Petahana, Muncul Nama Lain dalam Pencalonan Konkab PGRI Kabupaten Probolinggo

Menurutnya, pandemi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tetapi, juga peran serta semua pihak. “Satgas dan nakes sudah berupaya melakukan percepatan vaksinasi pada semua masyarakat dengan door to door. Tapi, percepatan vaksinasi itu bisa tercapai jika didukung oleh peran semua masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga : Penuhi Indikator Penilaian, Probolinggo Level 2 PPKM

JEMPUT BOLA: Tak hanya melayani vaksinasi di fasilitas kesehatan, Dinkes Kabupaten Probolinggo juga melakukan upaya hingga datang ke desa maupun rumah warga untuk melakukan vaksinasi. Terutama dengan sasaran lansia dan ibu hamil yang memang membutuhkan perhatian khusus.

Perempuan berkacamata ini mengatakan, jika masyarakat tidak mendukung dan kesadarannya untuk vaksin rendah, akan menjadi kendala terhadap capaian target vaksinasi. Sehingga harus menerima jika mobilitasnya kembali dibatasi.

Sampai kemarin, capaian vaksinasi di Kabupaten Probolinggo untuk dosis pertama sudah mencapai 45,5 persen dari target sasaran 890.667 jiwa. Artinya, sekitar 407.741 warga sudah disuntik vaksin dosis pertama. Sementara, untuk vaksinasi dosis kedua baru mencapai 21,9 persen atau 194.734 warga.

SINERGI: Lembaga pendidikan mulai sekolah hingga pesantren digandeng Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Sampai saat ini cakupan vaksinasi di Kabupaten Probolinggo mencapai 44,5 persen. Tampak seorang santri sebuah pesantren diperiksa kondisi tubuhnya sebelum divaksin.

Sedangkan capaian vaksinasi warga lanjut usia (lansia) baru mencapai 18,66 persen dari target sasaran 112.618, atau baru 21.014 lansia yang sudah divaksin dosis pertama. Sementara untuk dosis kedua baru mencapai 6,42 persen atau 7.228 warga. “Semoga hasil evaluasi dua pekan ke depan atau 27 Oktober 2021 nanti, capaian vaksinasi melampui target,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Dewi ini menambahkan, ada sejumlah faktor penyebab masyarakat enggan divaksin. Di antaranya, masih banyak warga yang termakan berita bohong alias hoax. “Sampai dengan saat ini masih ada saja orang yang percaya hoax. Contohnya, meninggal dunia pasca disuntik. Ini cukup menghambat capaian vaksinasi,” jelasnya.

Dewi mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan Pemkab Probolinggo. Tak hanya melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan, namun juga datang ke rumah-rumah warga. Bahkan, sebelumnya nakes juga melakukan upaya preventif dengan menyosialisasikan program tersebut. Vaksinasi juga dilakukan di tingkat desa, berkoordinasi dengan bidan desa. (*/mel/sp)