Andika Apriyanto


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-14 17:19:43

Membahayakan, 60 dari 80 Perlintasan KA di Banyuwangi Tanpa Palang Pintu

HATI-HATI: Tidak adanya palang pintu di perlintasan kereta api perlu diwaspadai oleh masyarakat. Jika tidak menoleh kanan dan kiri sebelum melintas, bukan tidak mungkin akan mengakibatkan kecelakaan.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Kondisi perlintasan kereta api (KA) di Banyuwangi belum sepenuhnya tergolong aman. Pasalnya, 60 dari 80 perlintasan KA di Kabupaten Banyuwangi tidak ada palang pintunya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Radhitya Mardika Putra, selaku Pelaksana Harian Manajer (PHM) Daop 9 Jember Pada Senin, (14/6/2021).

Baca Juga : Jumlah Penumpang di Stasiun Banyuwangi Kota Menurun

Menurut data dari KAI Daop 9 Jember Wilayah Kerja Banyuwangi, saat ini hanya ada 20 perlintasan KA yang ada petugas jaga dan palang pintunya, serta 36 lainnya hanya ada rambu-rambu lalu lintas. "Sementara, sisanya sebanyak 24 perlintasan tergolong liar atau tanpa ada penjagaan dan rambu-rambu lalu lintas," kata Radhitya

Baca Juga : KA Pandanwangi dan KA Ranggajati sampai Tidak Beroperasi

Mengenai palang pintu kereta api tersebut, telah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 94 tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api dengan Jalan.

Dalam pasal 2 Permenhub menyebutkan, bahwa setiap perlintasan sebidang yang sudah ada maupun belum ada peralatan keselamatan harus dilakukan pengelolaan oleh Direktur Jenderal Kementerian Perhubungan RI untuk jalan Nasional, Gubernur untuk jalan Provinsi, sedangan Bupati atau Walikota untuk jalan Kabupaten dan Desa.

Radhtya menambahkan, 36 perlintasan KA yang ada rambu-rambunya tersebut bahkan sering kehilangan baterai akinya, serta banyak lampu dari rambu peringatan sering tertutup oleh ranting. "Juga aktivitas warga yang menghalang-halangi adanya rambu perlintasan kereta api" ujarnya.

Karena itu, petugas KAI tak hanya memperbaiki sendiri kurangnya peralatan tersebut, tapi juga menyurati Dinas Perhubungan setempat. "Agar ada normalilasi untuk rambu-rambu yang tidak berfungsi dengan baik," ujarnya. (dik/don)