Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-28 18:40:00

Membanggakan, Guru Agama SD di Jember Lolos Seleksi Imam Masjid di Uni Emirat Arab

BANGGA: Fathur Rahman, saat ditemui sejumlah wartawan sambil menunjukkan dokumen persyaratan sebelum ia diberangkatkan menjadi imam masjid di Uni Emirat Arab.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Seorang guru agama sekolah dasar (SD) asal Jember, lolos seleksi menjadi imam masjid luar negeri yang diselenggarakan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Guru tersebut adalah Fathur Rahman, 36, warga Dusun Krajan A, RT 001 RW 003, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Fathur, dinyatakan lolos oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) setelah mengikuti serangkaian dan mampu memenuhi kreteria sebagaimana yang telah disyaratkan.

Adapun kriteria imam luar negeri yang disyaratkan Kemenag, diantaranya memiliki hafalan Alquran 30 Juz, sehat jasmani dan rohani, menguasai ilmu tajwid secara teori dan praktik, dan memiliki suara yang fasih dan merdu

Tak hanya itu, calon imam juga disyaratkan yakni mampu memahami hukum fiqih, tidak tergabung dalam partai politik tertentu, mampu berkhotbah, serta memiliki paham Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan Manhaj Wasathiyah.

Fatur Rahman saat ditemui awakmedia mengaku senang dan tak menyangka bisa lolos menjadi salah satu peserta yang dipilih oleh Kemenag, dari 205 penghafal Alquran atau hafiz dari seluruh Indonesia yang mendaftar seleksi calon imam tersebut.

Guru di SD Assuniyah Kencong Jurusan Pendidikan Agama Islam itu menyebut, selain dirinya akan ada 4 orang lain yang akan berangkat menjadi mam masjid luar negeri. "Semuanya dari Jawa Timur," kata alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an itu.

Keempat imam masjid tersebut adalah Rahmat Alfian Hidayat asal Kabupaten Mojokerto, Al Rizal Tisma Wahid asal Kabupaten Malang, Muhammad Shohibul Huda asal Kota Malang, dan Sunarto asal Diwek, Kabupaten Jombang.

Kelima hafiz Qur'an itu nantinya akan dikirim Kemenag untuk menjadi Imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA). sebagaimana kontrak mereka akan menjalani pengabdian menjadi imam selama 2 tahun.

Meski hanya guru agama di bangku sekolah dasar, nyatanya prestasi Fatur dalam mempelajari Al-Quran memang tidak bisa dianggap biasa.

Jauh sebelum itu, Fatur telah sering mendapatkan penghargaan atas kemampuanya dalam menghafal Al-Qur'an. Pada tahun 2012 ia mendapatkan Juara 2 musabaqah hifdzil Qur'an (MHQ) 30 Juz antar pesantren se pulau Jawa di masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Dimana, saat itu gelaran berskala nasional itu diikuti oleh 100 orang peserta.

Kemudian, prestasi membagakan lainya yakni, pada tahun 2015 ia meraih juara 1 Musabaqah Tafsir Qur'an Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tingkat provinsi Jawa timur.

Suami dari Nurul Ia'nah itu melanjutkan, saat ini dirinya tengah menyelesaikan berkas kelengkapan administrasi pemberangkatan. Seperti, kelengkapan data diri, berkas kesanggupan, dan paspor tersebut harus ia lengkapi sebelum 30 April mendatang.

Untuk teknis pemberangkatan, kata dia, akan dilaksanakan usai Idul Fitri.

Baginya, kesempatan kali ini merupakan jalan dari Allah sebab keinginannya untuk pergi ke Arab telah ada sejak lama. "Alhamdulillah, sekarang dapat kesempatan untuk ke sana," katanya.

Fatur berharap terus diberi kelancaran dan kemudahan dalam menjalani semua tahapan amanah sebagai imam luar negeri. Karena, selain pengabadian sebagai penghafal Qur'an kehadirannya di Uni Emirat Arab (UEA) juga mewakili Indonesia. Maka ia tak ingin mengecewakan para pihak yang telah memilihnya. (as/don)