Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-04 18:49:17

Mencekam, Teror Pembakaran Rumah dan Kendaraan Bermotor di Jember

Ilustrasi: Misbach Novianto/tadatodays.com

JEMBER, TADATODAYS.COM - Peristiwa teror yang terjadi di Padukuhan Pantungrejo, Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember pada Sabtu (31/7/2022) tengah malam berlangsung sangat mencekam. Malam itu padukuhan yang dominan dengan perkebunan kopi tersebut disatroni sekira 50 orang lebih berpakain serba hitam, bertopeng dan bersenjata celurit. Mereka menggedor pintu rumah warga, kemudian merusak dan membakar rumah dan kendaraan bermotor.

"Pintu digedor. Yang tidur dibangunkan, terus bilang, ‘barang yang bisa dijual, bawa, saya kasih waktu 3 menit’," tutur Erfan Anas, salah seorang saksi mata menirukan para pelaku teror tersebut.

Baca Juga : Temuan Polres Jember: Korban Perusakan di Baban Timur Terduga Pelaku Premanisme

Erfan menyaksikan secara langsung bagaimana sekira 50 orang lebih dengan mengenakan jaket hitam dan bertopeng membabi buta menggedor rumah warga. Mereka meminta warga keluar, kemudian membakar sejumlah rumah.

Baca Juga : Soal Baban Timur, Gubernur Khofifah Minta Musyawarah dan Trauma Healing

Menurut Erfan, saat kejadian itu tidak ada satupun warga yang mencoba melawan. Terlebih, puluhan orang tidak dikenal berbalut pakaian serba hitam itu datang dengan membawa celurit. Khawatir dilukai, warga yang ketakutan akhirnya memilih untuk segera meninggalkan rumah.

Dari kejauhan, Erfan melihat para pelaku benar-benar menunggu rumah maupun kendaraan yang dibakar hingga hangus terbakar. Setelah itu, para pelaku baru meninggalkan lokasi.

Selain membakar, kata Erfan, para pelaku juga menggasak sejumlah isi warung miliknya. "Makanan, minuman sama rokok, itu yang dibawa," terang Erfan. 

Waryanto, warga lainnya dari Padukuhan Pantungrejo, ikut memberikan kesaksiannya tentang teror di padukuhanya.  Menurutnya, kejadian teror ini bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, tepatnya satu bulan lalu, pernah juga terjadi pembakaran. Waryanto mengingat, pada kejadian pertama itu jumlah pelaku lebih banyak daripada kejadian kedua. "Satu bulan yang lalu juga ada teror, malah 100 orang lebih kayaknya," tuturnya.

Selain itu, Waryanto juga menyebut adanya teror ketiga yang terjadi pada Rabu (3/8/2022). Hanya, belum diketahui kejelasan peristiwa ketiga yang disebutkan Waryanto.

Menurutnya, saat ini warga masih dalam masa panen dan ketakutan. Waryanto bersama warga pada kejadian pertama memilih tidak melapor kepada siapapun dan beraktivitas biasa saja, meski malamnya mereka ketakutan.  "Seolah normal, karena masih musim panen. Tetapi malamnya, nggak bisa tidur,"Katanya.

Waryanto berharap kepada aparat agar segera bertindak, karena warga merasa takut dan resah. "Harapannya semoga segera selesailah ini," ucapnya. 

Pasca kejadian teror itu, menurut Waryanto, sejumlah kepala keluarga juga telah mengungsi kerumah saudara di luar Padukuhan Pantungrejo.

Sementara itu, Babinkamtibmas Mulyorejo Bripka Acep Zaenal mengatakan, berdasarkan data sementara terdapat 6 rumah rusak parah karena dibakar. Berikutnya, kendaraan roda dua ada lebih dari 10 unit yang dibakar. Sedangkan kendaraan roda empat yang habis dibakar ada 2 unit. "Warga ada juga yang luka-luka," katanya.

Bripika Acep memperkirakan, pelaku lebih dari 50 orang. Terkait asal para terduga pelaku, pihaknya masih enggan menjelaskan. "Sekarang kami masih proses lidik," katanya. (as/why)