Tadatodays


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-28 14:44:37

Menemukan Jati Diri melalui Pelatihan Seni Budaya Probolinggoan

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo menggelar pelatihan tari bagi 50 orang yang berasal dari pelaku seni, kelompok atau sanggar seni dan guru Seni Budaya tingkat SMP. Dengan kegiatan bertajuk “Pelatihan Seni Budaya Probolinggoan” itu, para peserta selama dua hari dilatih mencipta tari. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menemukan jati diri seni dan budaya khas Probolinggo.

Kamis (7/28/2022) menjadi hari terakhir pelatihan tari di Gedung Kesenian Kota Probolinggo. Empat kelompok peserta dilatih oleh Peni Priyono, pendiri dan pengasuh Sanggar Tari Bina Tari Bayu Kencana (BTBK).

Baca Juga : Tanggap Kondisi, AJI Jember Gelar Pelatihan Peliputan Isu Lingkungan

Di hari pertama pelatihan, para peserta diberikan teori dasar. Sedangkan di hari kedua, peserta menampilkan karya tarinya.

Baca Juga : Finalis Anvapro 2022; Mudahkan Layanan Ijazah, Disdikbud Lahirkan Inovasi “Si Ijol”

Pembinaan hari kedua dimulai pukul 08.30 dengan kreasi tarian dari kelompok 3. Tarian "Nyare Jukok"  artinya dalam bahasa Indonesia ialah mencari ikan, diciptakan sendiri oleh kelompok 3. Mereka menggangkat isu tentang nelayan yang menjadi salah satu mata pencarian dari masyarakat Probolinggo.

Dalam narasi yang dibawakan, mereka ingin menggambarkan kesenangan para nelayan remaja saat sedang mencari ikan. Properti panggung yang digunakan ialah saringan ikan anyaman bambu.

Di ruang samping panggung terlihat ketiga kelompok lainnya berlatih mempersiapkan penampilan mereka sembari menunggu giliran untuk tampil.

Penampilan kelompok 3 usai, dan dilanjutkan oleh kelompok 2. Mereka menamai tarian kreasinya dengan “Bari’an”. Dalam karya itu, mereka mencoba untuk memotret kegiatan para remaja yang menghadiri acara tasyakuran di hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelompok 2 menggunakan keranjang berkat yang merepresentasikan kegiatan tasyakuran tersebut.

Kelompok 1 terlihat menyiapkan diri di samping panggung. Berbeda dari dua kelompok sebelumnya, kelompok 1 mengangkat salah satu permainan tradisional, Bendan, sebagai tema dari karya mereka. Mereka mencoba untuk menyoroti permainan tradisional yang perlu dilestarikan. Sesuai dengan nama permainan tersebut, judul yang dipakai dalam karya tari kreasi kelompok 1 ialah “Bendan”.

Penampilan terakhir diisi oleh kelompok 4. Proses pembuatan batik mulai dari kain yang masih kosong hingga bermotif batik diangkat oleh kelompok 4 dalam tarian mereka. Tarian kreasi mereka berjudul “Mbatik”.

Setiap kelompok mendapatkan masukan dari Priyono seusai penampilan mereka masing-masing. Iringan musik yang menggunakan alat musik tradisional juga hadir di setiap penampilan. Semua kelompok membawakan kreasi tarian mereka dengan durasi tiga menit.

Seusai penampilan dari semua kelompok, Priyono mengevaluasi tarian dari masing-masing kelompok. Ia menjelaskan bahwa kesulitan yang dihadapi peserta ialah menciptakan gerak. Priyono juga menjelaskan bahwa semangat para peserta sangat tinggi. “Semangat kerjanya untuk berkarya seni ternyata tinggi sekali,” ujar Priyono.

Ia juga berharap bahwa dari pengalaman yang didapat, para peserta bisa membagi ilmu yang didapat. “Pengalaman berkarya ini semoga bisa ditularkan pada teman-temannya di sekolah dan di sanggarnya masing-masing,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Disdikbud Kota Probolinggo Agus Lithanta menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menemukan jati diri seni budaya khas Probolinggo. “Sebetulnya dengan Pelatihan Seni Budaya Probolinggoan ini, harapannya kita bisa menemukan jati diri seni dan budaya khas Probolinggo itu seperti apa. Harapannya menjadi sebuah ciri khas karakteristik tersendiri bagi seni budaya yang ada di Kota Probolinggo,” jelasnya. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah rutin dilaksanakan. (iaf/why)

Penulis: Iqbal al Fardi