Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-09 13:46:43

Mengikuti Jejak Tim Pencari Korban Erupsi Gunung Semeru, Cuaca Jadi Kendala

ARMADA: Dengan menaiki kendaraan Basarnas, tim pencari bergerak menuju lokasi Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, yang menjadi area terdampak paling parah di Kecamatan Candipuro.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Pencarian korban erupsi Gunung Semeru melalui Operasi SAR terus dilakukan oleh tim gabungan. Tim pencari dibagi sesuai dengan wilayah terdampak, yakni di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo.

Nah, tadatodays.com berkesempatan mengikuti proses pencarian di wilayah Kecamatan Candipuro. Tepatnya di Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh. Dusun Renteng merupakan wilayah terparah di Kecamatan Candipuro, akibat erupsi Gunung Semeru.

GALI: Tim pencari melakukan penggalian padatan abu vulkanik Gunung Semeru, yang diduga terdapat korban. Selain menggunakan alat berat, penggalian juga dilakukan secara manual.

Sebelum pencarian dilakukan, tim gabungan yang dikomando Basarnas lebih dulu menggelar apel persiapan. Apel itu bertempat di lapangan Desa Sumberwuluh, yang juga jadi posko utama Basarnas.

Selain diikuti Basarnas, apel tersebut juga diikuti anggota TNI, Polri, PMI, dan relawan dari sejumlah organisasi. Temasuk organisasi mahasiswa pecinta alam. “Koordinasi dengan setiap coordinator kelompok tetap dijaga,” kata Thomas, anggota Basarnas Surabaya yang memimpin apel.

BREAFING: Koordinasi di internal Basarnas intens dilakukan untuk mengkoordinir sejumlah unsur yang tergabung dalam tim pencarian. Hal itu dilakukan agar proses pencarian korban erupsi Gunung Semeru berjalan sesuai rencana

Melalui apel tersebut, Basarnas langsung membagi tim. Seperti, tim informasi, tim pencari dan tim evakuasi. Setiap tim membawa peralatan yang dibutuhkan, seperti cangkul dan alat komunikasi.

Tepat pukul 07.00 Wib, semua tim yang mayoritas berseragam warna oranye tersebut kemudian berangkat bersama menuju titik sasaran yakni Dusun Renteng.

Pemberangkatan tim menggunakan kendaraan milik Basarnas, dan sebagian lagi menggunakan kendaraan milik masing-masing relawan. Jarak tempuh dari posko Basarnas di lapangan Sumberwuluh menuju Dusun Renteng, sekitar 700 meter.

KERJA TIM: Setibanya di TKM Dusun Renteng, setiap tim langsung menjalankan tugasnya sesuai hasil koordinasi saat apel.

Setibanya di Tempat Kejadian Musibah (TKM), setiap tim langsung bekerja sesuai tugas yang telah dibagi oleh Basarnas. Dusun Renteng yang telah tertimbun abu vulkanik Gunung Semeru itupun, disusuri oleh tim pencari. Ada yang mencari menggunakan tangan kosong, ada pula yang menggunakan tongkat kayu.

Tak sekadar mengamati kondisi timbunan abu vulkanik yang diduga masih ada korban. Setiap tim pencari juga mengandalkan indra penciuman mereka, di area yang dilewati. Jika ada bau tak sedap menyengat, petugas pun langsung melakukan penggalian.

GABUNGAN: Tim gabungan yang di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mengikuti apel persiapan sebelum berangkat ke Tempat Kejadian Musibah (TKM). Apel tersebut dipimpin Basarnas Surabaya.

Di saat belum menemukan tanda-tanda adanya korban, seluruh tim yang berada di atas timbunan abu vulkanik di Dusun Renteng harus segera meninggalkan lokasi dengan alasan keselamatan. Ini, karena kondisi cuaca di lokasi mulai mendung dan gelap. Begitu juga dengan visual puncak Gunung Semeru yang sudah tidak terlihat karena tertutup awan hitam.

Dari kondisi itu, pencarian pun diputuskan untuk dihentikan sekira pukul 09.10 WIB. Semua personel dari sejumlah tim langsung meninggalkan lokasi dan kembali ke posko induk Basarnas di lapangan Sumberwuluh.

Mukhlas, salah satu relawan mengatakan, cuaca mendung sering terjadi antara pukul 09.30 sampai 10.00 WIB. “Tidak menentu sampai kapan terangnya, bahkan hingga malam hari,” katanya.

Proses pencarian ini bakal dilanjutkan setelah cuaca kembali normal. (zr/don)