Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-04 16:52:24

Meroketnya Harga Cabai jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Jember

PERDAGANGAN: Harga cabai di Jember naik hampir 50 persen, dan menjadi penyumbang inflasi terbesar di bulan Maret 2021.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Harga cabai di Kabupaten Jember terus mengalami kenaikan. Bahkan selama sebulan terakhir, kenaikannya hampir 50 persen dan menjadi penyumbang inflasi terbesar di Jember.

Hal itu diketahui dari rilis yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember. Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kabupaten Jember, Candra Birawa saat rilis via daring bersama sejumlah wartawan, mengatakan, pada bulan Maret 2021 tercatat Jember mengalami inflasi sebesar 0,45 persen. “Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,35 persen," ujar Candra Birawa.

Baca Juga : Harga Sejumlah Bahan Pokok Naik, Masyarakat Diminta Bijak dalam Belanja

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi, kata Candra, adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,66 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi terendah adalah kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.  “Sebesar 0,06 persen," katanya.

Baca Juga : Pantau Cabai Bercat, Diskopumdag Banyuwangi Sebar Tim Monitoring

Jika dirinci dari sebelas kelompok pengeluaran, lanjutnya, tiga kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, dan enam kelompok pengeluaran stabil.

Untuk komoditas cabai rawit dan daging ayam ras masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Dimana, kenaikan harga cabai pada bulan Maret 2021 dari bulan Februari 2021 mencapai 49,03 persen dengan andil inflasi sebesar 0,223 persen.

Terungkapnya Inflasi itu, diketahui dari harga cabai di pasar-pasar tradisional di Jember. "Harganya itu menembus lebih dari 100 ribu per kilogram," katanya.

Ia menduga, tingginya harga cabai dikarenakan kurangnya pasokan akibat tingnginya curah hujan.

Sementara itu dari pantauan BPS Jember pada Minggu, (4/4) di sejumlah pasar tradisional di Jember, harga cabai sempat mencapai Rp 130 ribu per kilogramnya. "Lebih mahal dibandingkan harga daging sapi,” ujar Candra. Diketahui, untuk harga daging sapi per kilogramnya Rp 110 ribu pada awal bulan Maret lalu. (as/don)