Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-29 20:48:53

Nakes Kabupaten Probolinggo di 34 Pelayanan Kesehatan Divaksin Sinovac

AMAN: Pemkab Probolinggo melakukan vaksinasi pada seluuh tenaga kesehatan di 34 fasilitas pelayanan kesehatan. Tampak salah seorang nakes disuntik vaksin setelah lolos screening.

KRAKSAAN, TADATODAYS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo mulai melakukan vaksinasi covid-19 di 34 fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes). Yakni, 33 puskesmas dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Vaksinasi tersebut, diharapkan bisa menjadi benteng bagi tenaga kesehatan (nakes) dari covid-19.

Vaksinasi khusus tenaga kesehatan dilaksanakan Jumat (29/1/2021), di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Proboliggo. “Vaksinasi ini untuk dosis pertama pada tahap pertama,” terang Kepala DInkes setempat, dr. Shodiq Tjahjono.

Baca Juga : Penjemput Paksa Jenazah Probable Covid-19 Bakal Dijerat dengan UU Karantina

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) itu mengklaim, pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan lancar. Tidak ada keluhan dari nakes yang divaksin terkait dampaknya.

Baca Juga : Satgas akan Swab Masal Jika Jenazah yang Dijemput Paksa Positif Covid-19

“Kami pantau terus, mudah-mudahan tidak ada (dampak negatif, Red). Sampai detik ini, tidak ada laporan tentang adanya permasalahan. Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak, semoga vaksinasi selanjutnya berjalan lancar. Termasuk vaksinasi untuk warga,” katanya.

Terpisah Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, vaksinasi dilakukan serentak pada seluruh nakes yang ada di fasyankes.

“Bukan tenaga medis saja yang divaksin, termasuk semua tenaga penunjang,” terangnya. Pihaknya menargetkan vaksinasi terhadap nakes rampung selama dua hari. Jika belum selesai, maka akan dilanjutkan Senin (1/2/2021).

Mujoko berharap, vaksinasi serentak ini dapat memetakan kembali berapa jumlah vaksin yang akan didatangkan pada gelombang kedua. Di sisi lain, seluruh nakes sampai petugas penjaga vaksin terproteksi dari covid-19.

“Sehingga tidak ada lagi klaster-klaster perkantoran. Secara luas minimal juga melindungi pada keluarga. Target jangka panjang, terwujud herd immunity. Itu baru terealisasi ketika 70 persen dari total populasi divaksin,” jelasnya.

Pada prinsipnya, fungsi vaksin untuk memberikan perlindungan sebagai upaya pencegahan. Dalam pengamatannya, vaksinasi di sejumlah puskesmas mendapat respons positif dari nakes.

“Harapan kami, respons positif juga ditunjukkan masyarakat. Hal ini penting agar upaya bersama mengantisipasi penyebaran covid-19 bisa maksimal,” katanya.

SCREENING: Setiap nakes yang divaksin wajib melalui tahapan-tahapan. Terutama berkaitan dengan lolos tidaknya nakes untuk disuntikkan vaksin.

Terpisah, Jubir Satgas Covid-19 dr. Dewi Vironica mengatakan, semua proses vaksinasi berjalan lancar. Sebelum divaksin, ada proses screening terlebih dahulu. Ia tak merasa mual maupun pusing pasca disuntik.

 Ia juga menegaskan bahwa vaksin aman dan halal, karena sudah melewati uji klinis. “Vaksin covid-19 aman dan halal. Kami mohon, jangan percaya hoax atau statement yang mengatakan bahwa vaksin ini begini dan begitu. Vaksin covid-19 ini melindungi diriku, dirimu, dan kita semua,” jelasnya.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dyah Kuncarawati mengaku telah disuntik vaksin covid-19. Ia mengaku kondisinya baik-baik saja usai divaksin. “Tidak ada keluhan apapun. Semoga kita semua tetap sehat dan tetap semangat,” harapnya. (hla/sp)