Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-28 13:02:13

Nelly, Mahasiswi Fakultas Hukum Unej yang Sukses Bisnis Furniture

WONDER WOMAN: Nelly merupakan perempuan pekerja keras. Dalam bisnis furniter yang digelutinya, ia harus mengerjakan sendiri pembuatan produknya. Ngelas pun dilakukan sendiri.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Neily Kharisatul Umami, adalah seorang mahasiswi di Universitas Jember. Boleh dibilang, perempuan yang satu ini bak wonder woman. Bagaimana tidak, selama menggeluti bisnis pembuatan dan penjualan furniture, pengelasan bahan baku ia lakukan sendiri. Tanganya pun tak kalah kuat dengan tangan pria.

Ya, mahasiswi fakultas hukum ini mulai menggeluti bisnis furniture sejak 2020 lalu. Mulanya banyak orang yang meragukan kemampuan Neily. Wajar. Sebab, sulit ditemui seorang perempuan bisa mengerjakan sendiri pembuatan perabot rumah tangga yang berbahan kayu dan besi itu. Seperti, lemari dan rak.

Baca Juga : Nelly, Mahasiswi Fakultas Hukum Unej yang Sukses Berbisnis Furniture

Kepada tadatodays.com, Nelly -sapaan akrabnya- menceritakan awal mula dirinya menekuni pembuatan perabotan tersebut.

Baca Juga : Tindaklanjuti Permendikbudristek PPKS, Universitas Jember Bentuk Satgas Kekerasan Seksual

Mulanya, ia membeli sebuah alat potong kayu. Dari alat tersebut, perempuan berkerudung ini mulai mencoba membuat kerajinan. Kemudian karyanya itu ia jual dengan memanfaatkan media sosial. Seperti, Instagram dan facebook. “Untuk customer lebih luas, saya mengandalkan shopee dan Tokopedia,” ujarnya.

Selain dijual melalui media online, Nelly juga menjualnya secara offline di Jalan Karimata No. 111, Mescraft Home Décor, Jember.

KARYA: Produk yang dihasilkan Nelly beragam. Mulai dari loker dinding, lemari, dan rak. Furniture buatannya sudah menembus pasar luar daerah.

Tak disangka, upaya mempromosikan kerajinan itu mendapat respons positif dari warganet yang kebanyakan warga Jember. Nelly mulai kebanjiran order. Untuk produknya sendiri sudah pernah dipesan dari luar daerah, seperti Banyuwangi, Gresik dan Bali.

Nah, untuk melayani banyaknya pesanan, ia kemudian mengajak teman kuliahnya untuk membantu pengerjaan. Termasuk membantu proses pemasaran.

Dari banyaknya pesanan itu, ia kemudian membeli peralatan-peralatan lain yang menunjang kegiatan produksi. Setiap harinya, ia dan rekan kerjanya bisa memproduksi tiga sampai lima produk furniture mini. “Seperti rak dinding, rak buku, hingga tempat make up,” katanya.

Untuk pengerjaan furniture ukuran kecil, bisa dikerjakan dalam sehari. Namun jika furniture dengan ukuran besar, ia membutuhkan waktu dua sampai tiga hari penyelesaian.

Dari usaha furniture ini, Nelly bisa meraup keuntung hingga Rp 4-5 juta dalam sebulan.

Meski usahanya itu telah menghasilkan uang, namun tekad Nelly untuk menyelesaikan kuliahnya di fakultas hukum tetap ada. “Bisa dibilang ini jauh banget dari kuliah di fakultas hukum, tapi karena dari kecil udah tertarik bikin-bikin kerajinan. Jadi ya nyambung aja" tuturnya. (bp/don)