Ojol Pasuruan Doa Bersama untuk Rekan yang Gugur di Jalan, Serukan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Amal Taufik
Amal Taufik

Wednesday, 20 May 2026 16:41 WIB

Ojol Pasuruan Doa Bersama untuk Rekan yang Gugur di Jalan, Serukan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

AKSI: Ojol saat aksi di wilayah Kraton Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Puluhan pengemudi ojek online di Kota Pasuruan menggelar doa bersama dan tabur bunga sebelum bertolak mengikuti aksi massa transportasi online di Surabaya, Rabu (20/5/2026). Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada rekan sesama driver yang meninggal dunia saat bekerja di jalan.

Sekitar 50 driver yang tergabung dalam Paguyuban Ojek Online Kota Pasuruan (POJOKPAS) berkumpul sejak pagi di kawasan Dinas Perhubungan Kota Pasuruan. Mereka tampak menyiapkan atribut aksi, perlengkapan perjalanan, hingga spanduk tuntutan sebelum konvoi menuju Surabaya.

Sebelum berangkat, rombongan lebih dulu mendatangi kawasan Jalan Raya Kraton untuk menggelar doa bersama dan menaburkan bunga di lokasi yang dikaitkan dengan kecelakaan seorang driver ojol asal Pasuruan beberapa waktu lalu.

Ketua POJOKPAS, Muhammad Yunus, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan pengemudi online memiliki risiko tinggi di lapangan.

“Kami ingin mengenang teman kami yang meninggal saat bekerja mencari nafkah. Ini juga jadi pengingat bahwa keselamatan dan perlindungan kerja bagi driver online sangat penting,” ujarnya.

Menurut Yunus, masih banyak pengemudi ojol yang belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan, padahal mereka setiap hari menghadapi risiko kecelakaan di jalan raya.

Karena itu, pihaknya mendorong seluruh driver online, khususnya di Pasuruan, segera mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor Bukan Penerima Upah (BPU).

“Kalau terjadi kecelakaan kerja atau musibah saat narik, setidaknya ada perlindungan untuk keluarga. Jangan sampai ketika musibah datang, semuanya ditanggung sendiri,” katanya.

Selain menyuarakan perlindungan sosial bagi driver, para pengemudi juga ikut bergabung dalam aksi Gerakan Rakyat Transportasi Online Jawa Timur (GERANAT’S) di Surabaya.

Dalam aksi tersebut, mereka membawa sejumlah tuntutan, mulai penyesuaian tarif penumpang roda dua, regulasi layanan pengiriman barang dan makanan, penyesuaian tarif kendaraan roda empat, hingga dorongan agar pemerintah segera menerbitkan regulasi khusus transportasi online.

“Kami berharap ada perhatian serius terhadap kesejahteraan driver online. Kami bekerja di jalan setiap hari dan membutuhkan kepastian perlindungan maupun aturan yang berpihak,” kata Yunus. (pik/why)


Share to