Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-20 21:40:07

Oknum Pesilat PSHT dan Pagar Nusa di Jember Bentrok

Ilustrasi

JEMBER, TADATODAYS.COM - Bentrok antar oknum anggota perguruan silat terjadi antara Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) dengan Perguruan Silat Pagar Nusa, di sebelah timur perempatan jalan Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember Sabtu (17/4/2021) malam lalu. Menurut KBO Satreskrim Polres Jember Iptu Solekhan Arif, bentrok itu karena persoalan kaus yang digunakan anggota Pagar Nusa.

Arif menuturkan, saat lewat di sekitaran perempatan Jalan Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari menjelang Berbuka puasa, ada sekelompok anggota PSHT menyapa 4 orang anggota Pagar Nusa.

Baca Juga : Pingsan saat Latihan, Pesilat Ini Meninggal di Tengah Perjalanan ke Puskesmas

Saat didatangi, anggota PSHT itu menyuruh agar kaus bertuliskan Pagar Nusa yang dikenakan untuk dibuka dan tidak dipakai

Baca Juga : Dua Oknum Pesilat PSHT Dibekuk, Tujuh Lainnya Buron

Karena tidak dihiraukan, sejumlah anggota PSHT itu langsung melakukan pemukulan terhadap anggota Pagar Nusa. Dari 4 orang anggota Pagar Nusa itu, 2 orang mengalami luka cukup parah. "Karena dipukul dengan benda tumpul," katanya.

Saat ini Polres Jember masih menyelidiki kasus tersebut. "Pelaku masih dicari," kata Arif.

Info yang dihimpun tadatodays.com, dari dua orang yang jadi korban salah satunya berinisial AF, 25, yang mengalami luka robek di kepala bagian belakang, dan mengalami patah jari tangan kanan.

Sedangkan satu korban lainnya berinisial FZ, 20, mengalami luka robek pada pipi kanan. Keduanya warga Dusun Tegal Gebang, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari dan mendapat perawatan intensif di RSD Balung.

Kemudian, dua lainnya yakni FR, 20, dan BG,18, juga berasal dari alamat yang sama.

Untuk aksi penganiayaan oleh oknum Perguruan Silat PSHT itu, awal saat melakukan penganiayaan diketahui ada 9 orang anggota perguruan silat dari PSHT. Kemudian mengetahui ada aksi pemukulan itu, satu persatu anggota oknum PSHT bertambah mendatangi lokasi kejadian hingga berjumlah sekitar 20 orang. (as/don)