Ombak Papuma Jember Seret Wisatawan, Satu Pemuda Hilang di Area Terlarang Gunung Sepinggil

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Sabtu, 28 Mar 2026 16:13 WIB

Ombak Papuma Jember Seret Wisatawan, Satu Pemuda Hilang di Area Terlarang Gunung Sepinggil

PENCARIAN: Proses pencarian salah satu wisatawan yang terseret ombak di Pantai Papuma.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Suasana libur di Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma), Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, mendadak berubah tegang, Sabtu (28/3/2026) siang. Tiga orang wisatawan terseret ombak, satu di antaranya masih hilang.

Peristiwa itu bermula saat enam pemuda nekat masuk ke zona terlarang area sekitar Gunung Sepinggil. Ini lokasi yang sebenarnya sudah lama dikenal berbahaya demi berburu foto. Di tengah aktivitas tersebut, gelombang tinggi datang tanpa aba-aba dan langsung menyapu mereka.

“Awalnya berenam sedang berfoto di area ekstrem. Tiba-tiba ombak besar datang dan menerjang. Tiga orang terseret,” ujar KBO Polairud Aiptu Agus Riyanto saat dikonfirmasi Sabtu sore.

Situasi sempat mencekam. Dua pemuda berhasil menyelamatkan diri dengan bertahan di bebatuan karang hingga ombak mereda. Namun satu orang lainnya, yaitu Muhamad Sheva Yusuf (22), warga Pacet, Cianjur, tak mampu melawan arus kuat dan hilang terbawa gelombang.

“Dua selamat dengan bertahan di batu. Satu korban atas nama Muhamad Sheva masih dalam pencarian,” lanjut Agus.

Insiden ini kembali menyoroti masih rendahnya kesadaran wisatawan terhadap risiko di kawasan pesisir selatan. Padahal, di titik tersebut telah terpasang papan peringatan larangan mendekat karena karakter ombak yang tidak bisa diprediksi.

Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan dari Satpolairud, Polsek Wuluhan, Basarnas, serta relawan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Operasi pencarian dilakukan secara intensif sesuai prosedur.

“Pencarian akan dilakukan maksimal tujuh hari ke depan. Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak,” tegasnya.

Di tengah upaya pencarian, ombak Papuma yang biasanya menjadi daya tarik wisata, kini justru menyisakan kecemasan. Petugas kembali mengingatkan agar pengunjung tidak melanggar batas aman lantaran ombak laut selatan masih berpotensi tinggi. (dsm/why)


Share to