Oplah Digenjot, Pemkab Jember Bidik Luas Panen Naik hingga Tiga Kali

Dwi Sugesti Megamuslimah
Dwi Sugesti Megamuslimah

Tuesday, 07 Apr 2026 14:44 WIB

Oplah Digenjot, Pemkab Jember Bidik Luas Panen Naik hingga Tiga Kali

TANI: Aktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Ajung.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemkab Jember mulai memfokuskan intervensi sektor pertanian pada program optimalisasi lahan (oplah). Langkah ini dipilih untuk langsung mendongkrak produktivitas, bukan sekadar membenahi aspek pendukung.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut, target oplah tahun ini naik signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu masih di kisaran 4.000–5.000 hektare, kini ditingkatkan menjadi 7.000 hingga 8.000 hektare.

Kenaikan itu sejalan dengan besarnya anggaran pertanian yang digelontorkan pemerintah, baik dari APBD maupun APBN. Bahkan, menurutnya, alokasi tahun 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pertanian di Jember dan masih akan meningkat pada 2026.

Namun Fawait menegaskan, efek dari program tersebut tidak akan terasa dalam waktu singkat. Oplah dan dukungan alat seperti pompa air serta alsintan baru akan berdampak dalam jangka menengah. “Oplah ini bukan hasil satu-dua bulan. Ini infrastruktur produksi,” ujarnya.

Ia menekankan, oplah menjadi prioritas utama dibanding pembangunan jalan usaha tani (JUT). Sebab, peningkatan produksi dinilai sebagai fondasi awal sebelum berbicara distribusi. “Kalau tidak ada yang dipanen, mau diangkut apa,” katanya.

Melalui oplah, Pemkab membidik peningkatan luas panen, bukan sekadar luas lahan. Artinya, lahan yang sebelumnya hanya panen sekali diupayakan bisa meningkat menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Di sisi lain, pengawalan program di tingkat bawah menjadi perhatian. Pemkab mengandalkan peran kelompok tani untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.

Selain itu, arah kebijakan pupuk juga mulai digeser. Pemkab tidak akan masuk langsung dalam produksi pupuk organik, melainkan mendorong kelompok tani untuk mengelola sendiri sebagai peluang ekonomi tambahan.

Sementara pemerintah daerah fokus memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran sesuai kebutuhan petani. Dengan skema tersebut, Pemkab berharap peningkatan produksi bisa terjadi bertahap, seiring masifnya optimalisasi lahan dan dukungan sarana pertanian. (dsm/why)


Share to