Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-07 18:58:10

Optimalkan Peran Keluarga Cegah Stunting, Pemkab Jember Luncurkan Aplikasi J-BANGGA

-BANGGA: Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup KH. MB Firjaun Barlaman dalam launching aplikasi J-BANGGA.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), meluncurkan aplikasi Jember Membangun Melalui Keluarga (J-BANGGA). Aplikasi ini menjadi salah satu upaya DP3AKB Jember dalam rangka penurunan angka kasus stunting.

Launching  aplikasi J-BANGGA dilangsungkan di salah satu mal di Jalan Gajahmada, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Kamis (7/7/2022). Dalam kesempatan itu hadir Bupati Jember Hendy Siswanto, Wabup KH. MB Firjaun Barlaman, dan Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko.

Baca Juga : Masih Ada 54 Lokus Stunting, Dinkes KabupatenProbolinggo Fokus Lakukan Pencegahan

Aplikasi tersebut merupakan salah satu wujud upaya DP3AKB Jember, dalam rangka optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Khususnya pemberdayaan peran keluarga dalam penurunan angka kasus stunting.

Baca Juga : Masih Ada 54 Lokus Stunting, Dinkes Kabupaten Probolinggo Fokus Pencegahan

Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko dalam laporannya menyatakan bahwa pihaknya menyadari peran keluarga yang merupakan lembaga dan lingkungan pertama dalam membentuk kepribadian, serta tumbuh kembang anak sejak dini.

Atas dasar tersebut, pihaknya berusaha menghadirkan suatu inovasi baru dalam hal pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana dengan membuka layanan konsultasi. Layanan ini diberikan melalui sinergi dengan sejumlah OPD terkait.

CEGAH STUNTING: Aplikasi J-BANGGA berupaya mengoptimalkan peran keluarga untuk mencegah stunting.

“Di sini kita akan membuka layanan konsultasi terkaitf banyak hal tentang keluarga, pengembangan gizi dan beberapa lainnya. Tentu kami akan menggandeng sejumlah dinas terkait dalam program ini,” ungkap Suprihandoko saat pemaparan laporan.

Sejumlah layanan atau fitur yang disebutkan dapat diakses melalui aplikasi tersebut, di antaranya J-Perempuan Berdaya sebagai media layanan Konsultasi Edukasi Pengurus Utamaan Gender (PUG). Termasuk di dalamnya, konsultasi terkait kekerasan terhadap perempuan, peningkatan keterlibatan perempuan di sejumlah bidang, dan Konsultasi Forum Publik untuk Kesetaraan Perempuan dan Anak (Puspa).

Selain itu, ada pula layanan seperti konsultasi pendidikan anak, taman baca, pendewasaan usia perkawinan, dan konsultasi calon pengantin. Selain itu, ada pula konsultasi ketahanan keluarga yang turut ditawarkan oleh aplikasi daring tersebut.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, terdapat tiga poin penting dari inovasi yang dicetuskan oleh DP3AKB melalui aplikasi J-BANGGA. Masing-masing ialah persoalan pernikahan dini, perlindungan perempuan, anak, dan keluarga, serta peran keluarga dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang memiliki kompetensi mumpuni.

“Ada tiga poin di dalamnya (J-BANGGA). Di situ juga dilayani komunikasi tentang semua persoalan perempuan, anak dan keluarga,” kata Bupati Hendy kepada wartawan,  usai acara peluncuran aplikasi J-BANGGA.

Perlu diketahui, jumlah kasus stunting di Kabupaten Jember saat ini berada di angka 11 persen. Ini terhitung selisih tiga angka di bawah kasus nasional yaitu 14 persen. (*/#-1/as/why)