Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-15 20:56:45

Panen Raya Ikan di Tengah PPKM Darurat, Pedagang: Pendapatan Turun

MENUNGGU: Para pedagang ikan di TPI Puger setiap harinya menunggu pembeli. Tak hanya itu, mereka juga menunggu kapan berakhirnya PPKM yang telah membatasi waktu mereka berjualan.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali sejak 3 Juli 2021 lalu, para pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Puger turut kena imbas. Pemerintah meminta semua pedagang agar menutup lapaknya lebih awal. Tak ayal, pendapatan pedagang pun menurun.

Semula para pedagang membuka lapak dari 03.00 WIB hingga 24.00 WIB, bahkan ada yang buka dagangan hingga 24 Jam. Namun, semajak PPKM Darurat semua pedagang harus tutup tepat pukul 16.00 WIB.

Baca Juga : Warga Jember Terima Seabrek Bantuan Sembako. Ini Rinciannya

Tidak ada toleransi, tidak ada skema lapak berjarak dengan sistem bergantian. Semua harus tutup pada jam yang telah ditentukan tersebut. Tentu kebijakan itu, membuat pendapatan para pedagang menurun lantaran terbatasnya waktu berjualan.

Baca Juga : Kasus Covid-19 di Jember Tinggi, Pemkab Keluarkan SE Ibadah Idul Adha di Rumah

Seperti yang dirasakan salah seorang pedagang ikan bernama Sunarsih. Sunarsih mengatakan, penurunan yang dirasakan cukup signifikan. Dirinya memperkirakan pendapatanya turun hingga 50 persen lebih. Biasanya ia menjual antara 20-30 kilogram. “Kini hanya menjual sekitar 15 kilogram setiap harinya,” katanya.

Ia menyampaikan, pembeli biasanya datang saat tengah malam. “Karena ikan mau dijual lagi, paginya," katanya, Kamis (15/7/2021) sore.

Senada dengan Sunarsih, Mahmudah yang juga menggelar lapak dagangan ikan di TPI Puger mengaku, kondisi PPKM Darurat cukup terasa bagi usahanya.

Mahmudah menyampaikan, saat sudah mendatangkan ikan, maka harus laku hari itu juga. Kalau tidak laku, maka ikan dagangannya bisa basi. “Pembeli butuh ikan segar," kata Mahmudah.

Ia mengaku memahami kondisi saat ini. Tetapi, dirinya juga menyayangkan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang menurutnya tidak menyesuaikan kondisi di lapangan.

Mahmudah mengakui bahwa saat ini tengah panen raya ikan. Namun manisnya panen laut itu tidak begitu dirasakan olehnya. “Sebab pembatasan membuat pembelinya berkurang,” ujarnya. (as/don)