Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-23 18:05:28

Pasar Santri Ramadan, Event Ekonomi Kreatif Wadah Kemandirian Pesantren Jember

KREATIVITAS PESANTREN: Event PSR digelar yang di alun-alun Jember dimaksudkan untuk meningkatkan kreativitas ekonomi pesantren. Sekaligus menjadi wadah kemandirian.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Bupati Jember Hendy Siswanto mengapresiasi kegiatan Pasar Santri Ramadan (PSR). Event ekonomi kreatif tersebut bisa menjadi wadah sekaligus bukti kemandirian pesantren di Jember. Selama dua hari yakni 23-24 April 2022, kegiatan tersebut digelar di Alun-alun Jember.

Event tersebut diharapkan mampu menjadi event wisata tahunan pertama di Indonesia, yang dilaksanakan pada bulan Ramadan dengan keunikan pada aspek halal tourism. Data Kementerian Agama, Kabupaten Jember menduduki urutan pertama jumlah pesantren terbanyak di Indonesia. Yakni, 611 pesantren dan 12.381 santri yang bermukim.

Baca Juga : Libur Lebaran di Jember, Pantai Watu Ulo dan Puncak Rembangan Jadi Andalan

Ketua Panitia PSR Supianik mengatakan, data tersebut tentu menjadi keuntungan bagi Kabupaten Jember untuk menggali potensi yang ada. PSR 2022 hadir sebagai pelopor pembangkit kemandirian pesantren berbasis ekonomi syariah.

Baca Juga : Bangun Tidur, Warga Jember Nyemplung ke Sumur Rumahnya

“Dalam event inj ada beberapa kegiatan, mulai dari Ponpes Exibition, Festival Takjil, UMKM Kerajinan Muslim, Muslim Music Fertival, Stakeholder Booth dan Photoshot, serta Hangout Place,” katanya.

Tidak hanya itu, dalam acara tersebut juga dihadirkan berbagai pelayanan gratis bagi masyarakat Jember. Seperti layanan Adminduk, vaksinasi covid-19 mulai dosis pertama sampai booster, layanan perizinan Dinas PMPTSP, hingga layanan digitalisasi UMKM.

Supianik berharap, PSR dapat dilaksanakan rutin setiap tahun. Karena pada dasarnya, event tersebut adalah showcase produk dan program unggulan pesantren. “Besar harapan kami, PSR menjadi festival yang akan memberikan wawasan bahwa pondok pesantren juga menjadi pusat peradaban dan perekonomian syariah,” ungkapnya.

PSR juga diharapkan dapat menjadi multuplayer effect untuk kebangkitan ekonomi pasca pandemi covid-19. Supianik juga berharap event tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, karena pada dasarnya dirinya hanya ingin meninggalkan warisan bagi Kabupaten Jember.

Acara tersebut diikuti 60 peserta yang terdiri dari Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dan para pelaku UMKM dengan target pengunjung sebanyak 20 ribu orang. “Diharapkan pengunjung tak hanya bertransaksi di pelaku UMKM yang ada di stan-stan, tapi juga bertransaksi pada PKL yang ada di sekitaran alun-alun,” katanya.

Dengan jumlah pengunjung tersebut, satu orang diperkirakan melakukan transaksi Rp 50 ribu. Dengan target jumlah pengunjung mencapai 20 ribu orang, maka akan terjadi transaksi sebesar Rp 1 miliar dalam event tersebut.  (*/bp/sp)