Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-14 15:57:23

Pedagang Minta Pemerintah Tekan Naiknya Harga Kebutuhan Pokok

KOMODITAS: Pedagang sayuran di Pasar Tanjung, Jember, berharap agar pemerintah bisa menekan tingginya harga kebutuhan. Sebab, meroketnya harga tersebut berpengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Di beberapa daerah di Jawa Timur, harga cabai rawit terpantau mulai mengalami kenaikan. Begitu juga di Kabupaten Jember. Di mana, harga cabai rawit menyentuh angka Rp 70 ribu perkilogram.

Dari pantauan tadatodays.com di Pasar Tanjung, Kecamatan Kaliwates, misalnya. Pedagang setempat membenarkan bahwa saat ini harga cabai rawit di angka Rp 70000 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang bernama Harri Purwadidi, mengatakan bahwa harga cabai rawit terus merangkak naik. “Kemarin masih 64000 sekilo,” ujarnya, Selasa (14/12).

Harri Purwadi memprediksi kenaikan harga cabai rawit ini masih akan terus terjadi. Sebab, permintaan akan cabai rawit terus meningkat jelang libur Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Curah hujan di beberapa daerah yang (juga) membuat panen cabai mengalami kendala,” ujarnya.

Harri mengatakan, bahwa ia memasok kebutuhan pokok dari berbagai daerah, mulai dari Bondowoso, Banyuwangi, hingga Pulau Madura.

Di Pasar Tanjung, kenaikan kebutuhan tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Harga minyak goreng pun juga meroket. Saat ini, minyak goreng dijual antara Rp 17.000 sampai Rp 20.000 per liternya. “Harga normalnya 11.000 sampai 13.000,” tutur Harri.

Hal senada juga disampaikan Sudirman, pedagang lainnya di Pasar Tanjung. Sudirman menyampaikan, harga komoditas tomat saat ini juga naik.

Ia mengatakan, biasanya tomat dijual seharga 3 sampai ribu rupiah perkilogram. “Sekarang sudah di angka 6000,” kata Sudirman.

Tak hanya cabai, minyak goreng dan tomat. Bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan harga. Untuk bawang putih dijual Rp 20.000 per kilogram, dan bawang merah Rp 19.000 per kilogram. “Kemungkinan akan terus naik, agen-agen juga bawa sedikit,” ujarnya.

Dengan tingginya harga itu, Sudirman menyebutkan bahwa hal itu menyebabkana turunnya daya beli masyarakat. “Seharusnya pemerintah menekan harga bahan pokok,” tuturnya. (bp/don)