Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-17 19:19:36

Pelatih Sepak Bola Jember Tidak Puas Kepemimpinan Wasit

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pertandingan tim Jember kontra Kota Malang sebagai laga pembuka cabor sepak bola dalam Porprov Jatim VII 2022, Jumat (17/6/2022) siang, diwarnai keluarnya tiga kartu merah. Dua di antaranya diberikan wasit Bangil Syah Putra kepada dua pemain Jember. 

Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 1-1 itu, wasit Bangil Syah Putra dari Kota Batu dibantu asisten wasit 1 Viky Meyretno dari Kota Batu dan asisten wasit 2 Handi Susetyo dari Kota Kediri.  

Baca Juga : Jember Gurat Sejarah Baru, Juarai Sepak Bola Putra Porprov VII

Beberapa kali terjadi kericuhan pada babak pertama. Tensi pertandingan meninggi meski dalam guyuran hujan. Dua pemain Jember atas nama Indra Lesmana Suteja dan Danang Suprayitno sampai diganjar kartu merah oleh wasit Bangil Syah Putra.

Baca Juga : Kabupaten Probolinggo Raih 3 - 3 – 1 Medali Porprov Jatim 2022

Pelatih Tim Jember Mohammad Rofiq mengaku  sangat kecewa pada wasit yang beberapa kali tidak memperhatikan pelanggaran yang terjadi. "Saya tidak bisa komentar banyak ya. Dari segi permainan, kedua tim sudah baik. Tapi saya kurang puas dengan kepemimpinan wasit, di mana pemain saya terkena kartu merah dua orang," katanya usai pertandingan.

Setelah kehilangan dua pemain, menurut Rofiq, timnya hanya mengandalkan sisa pemainnya. Karena itu, timnya bekerja sangat keras pada laga tersebut. "Kita harus lebih bekerja, kita sudah kekurangan dua pemain itu. Pemain saya bermain sangat keras," katanya.

Senada dengan pelatihnya, Kapten Tim Sepak Bola Jember Ricard Arbed Anderson mengaku cukup puas dengan kinerja rekan-rekan setimnya. Namun dirinya mengaku kecewa kepada wasit yang memimpin laga tersebut.

"Saya cukup puas dengan tim saya. Cuma, saya sependapat dengan coach Rofiq, saya kurang puas dengan kepemimpinan wasit. Banyak pembiaran yang dia buat," ujarnya. 

Sementara, pelatih tim Kota Malang Edi Sudiarto mengatakan bahwa kepemimpinan wasit pada laga tersebut normal saja. "Saya kira, apalagi hujan, lapangan tidak rata, saya kira (kepemimpinan wasit, red) normal," kata Edi. (bp/why)