Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-26 20:02:14

Pemdes Sidomulyo Ajak 105 Anak Yatim-Piatu Belanja Baju Lebaran

SEMRINGAH: Ratusan anak yatim piatu Desa Sidomulyo foto bersama usai belanja baju lebaran di Jadi Fashion. Program belanja baju lebaran itu merupakan inisiatif pemdes Sidomulyo.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Momentum Ramadan dimanfaatkan betul pemerintah Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, untuk memberikan kebahagiaan pada anak yatim piatu. Tidak kurang sekitar 105 anak yatim dan piatu, mendapatkan kesempatan berbelanja baju lebaran, Selasa (26/4/2022).

Ratusan anak yatim piatu tersebut didampingi sekitar 50 orang. Mulai perangkat Desa Sidomulyo, Laskar Sholawat, Yayasan Dzikir Sosial Mulia, dan pegawai Jadi Fashion, tempat di mana belanja baju lebaran. Mereka bertolak ke Jadi Fashion yang lokasinya di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, menggunakan 3 armada bus pariwisata.

Baca Juga : Mangga Laris Manis, Naik Harga Pula

Kades Sidomulyo Kamiludin mengatakan, kegiatan yang dilakukan pemerintah Desa Sidomulyo adalah bentuk tanggung jawab atas perolehan hasil sewa tanah kas desa. Ia menuturkan, tanah kas desa tersebut disewa dengan angka lipat empat lebih besar daripada tahun sebelumnya.

Baca Juga : Antisipasi Arus Balik, Polresta Banyuwangi Terjunkan 920 Personel Gabungan

“Kami bagi secara proporsional. Setiap anak kami beri limit hingga Rp 500 ribu, hingga diskon khusus yang diberikan oleh Jadi Fashion. Sehingga, Insyallah setiap anak yatim mendapatkan empat sampai lima pasang baju,” kata pria yang biasa dipanggil Mas Kades tersebut.

Dari pantuan tadatodays.com, anak yatim dan piatu tampak semringah mendapatkan kesempatan untuk berbelanja baju lebaran tersebut. Terlebih, pemdes Sidomulyo memesan waktu khusus untuk anak yatim berbelanja. Yakni mulai pukul 07.30-09.30 WIB.

PEDULI: Kades Sidomulyo Kamiludin mendampingi anak yatim piatu yang mendapatkan kesempatan belanja baju lebaran. Kamiludin menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan fasilitas pada anak yatim piatu melalui sewa TKD. Mulai dari beasiswa, THR, hingga kepemilikan saham KUD.

Diketahui, program belanja baju lebaran itu dianggarkan melalui dana hasil dari lelang terbuka sewa tanah kas desa. Lelang tersebut dilakukan 5-31 Januari 2022 untuk obyek tanah seluas 10,5 hektare dengan harga sewa Rp 212 Juta. Kamiludin mengatakan, Tanah Kas Desa (TKD) 100 persen untuk anak yatim tersebu menjadi salah satu programnya.

Diketahui, hasil sewa tanah kas desa tersebut dibagi menjadi 3 bagian. Di antaranya, 50 persen untuk beasiswa pendidikan anak yatim dan piatu mulai dari PAUD hingga SMA; 25 persen Tunjangan Hari Raya (THR) untuk anak yatim dengan berbelanja kebutuhan lebaran; dan 25 persen sisanya untuk investasi Koperasi Unit Desa (KUD) yang sahamnya adalah milik anak yatim dan piatu.

“Anak yatim piatu nggak boleh melas lagi. Biasanya, saat mau hari raya (Idul Fitri, Red)anak yatim ini melas, karena tidak punya uang beli baju lebaran. Dengan program TKD 100 persen untuk anak yatim piatu ini, harapannya mereka tidak melas lagi,” ungkapnya. (*/bp/sp)