Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-12 18:17:58

Pemkab Jember Akan Gratiskan Dua Tempat Wisata Selama Hari Raya

PELAYANAN: Pemkab Jember melalui Disbudpar membuat program tiket gratis berkunjung ke Pantai Watu Ulo dan Pantai Tanjung Papuma. Rencananya, fasilitas tersebut berlaku selama sebulan.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Layanan wisata secara gratis saat libur Hari Raya Idul Fitri, akan segera bisa dinikmati oleh masyarakat Jember. Pasalnya, Pemkab Jember berencana akan menggratiskan tiket masuk dua tempat wisata. Yakni, Pantai Watu Ulo dan Pantai Tanjung Papuma.

Tiket masuk gratis direncanakan diberlakukan satu bulan. Yakni, dari tanggal 4 Mei 2022 hingga 4 Juni 2022 mendatang. Hal itu disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto, Selasa (12/4/2022). Hendy mengatakan, langkah uji coba tiket gratis adalah bentuk komitmen Pemkab Jember untuk mengenalkan wisata terintegritas.

Baca Juga : Diskopum Jember Kerahkan UMKM dengan Produk Terbaik untuk Meriahkan Porprov VII

“Melalui tiket gratis terbatas tersebut, kami yakin akan semakin banyak masyarakat yang berkunjung ke Watu Ulo dan Papuma,” katanya. Tak hanya tiket gratis, agar masyarakat merasa nyaman saat berwisata, Pemkab Jember juga akan menghadirkan pelayanan tambahan.

Baca Juga : Antisipasi Virus PMK, Dinas KKP Jember Menyiapkan 3 Langkah Antisipasi

Di antaranya unsur relawan Tagana, BPBD, aparat keamanan, posko kesehatan, untuk memberikan pelayanan vaksin ketiga. Serta posko servis kendaraan atau bengkel di lokasi wisata.

Sementara itu, Kepala Disparbud Jember Harry Agustriono mempersiapkan skema pelaksanaan. Hal itu dilakukan lantaran dalam program tiket gratis akan melibatkan banyak pihak termasuk Perhutani. “Kita masih kordinasi dan akan kita rapatkan lagi dengan para pihak,” katanya.

Diketahui tiket masuk kedua tempat wisata, baik Pantai Watu Ulo yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu dan juga Papuma di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, selama ini kerap dikeluhkan masyarkat. Lantaran harga tiket mencapai Rp 35 ribu. Harga tersebut dinilai terlalu mahal, jika dibandingkan dengan fasilitas yang disedikan. (*/as/sp)